JAYAPURA, PL– Eskalasi politik di Tanah Papua dipastikan akan memanas menjelang kontestasi demokrasi mendatang. Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara mengejutkan mengumumkan kesiapannya untuk maju sebagai calon legislatif (Caleg) DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua untuk periode 2029-2034. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Bahlil dalam konferensi pers usai memimpin prosesi pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Papua di Jayapura, Sabtu (25/4/26).
Langkah strategis ini diambil Bahlil sebagai respon atas evaluasi mendalam terhadap perolehan kursi Partai Golkar pada periode sebelumnya, di mana partai berlambang pohon beringin tersebut kehilangan keterwakilan di DPR RI dari Dapil Papua. Hal ini menjadi titik balik bagi partai untuk menyusun kekuatan baru di wilayah paling timur Indonesia tersebut.
Dalam arahannya di hadapan para kader, Bahlil menekankan bahwa pelantikan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan oleh Komjen Pol (Purn). Matius D Fakhiri, yang juga merupakan Gubernur Papua dan ini awal dari kerja keras yang panjang. Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus untuk segera melakukan konsolidasi totalitas dengan:
*Jangkauan Akar Rumput: Konsolidasi diperintahkan untuk menyentuh tingkat paling bawah, yakni kampung dan distrik.
*Target Kursi : Fokus utama dari pergerakan ini adalah menambah perolehan kursi Partai Golkar di seluruh tingkatan, mulai dari DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, hingga DPR RI.
*Penguatan Kader: Bahlil meminta para kader untuk solid dan tidak lengah dalam mengawal aspirasi masyarakat Papua guna mengembalikan kejayaan Golkar.
Keputusan Bahlil untuk maju di Dapil Papua bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan sebuah misi simbolis dan taktis. Ia menyebut langkahnya sebagai upaya untuk “bernostalgia” sekaligus membuktikan kekuatan politik Partai Golkar di basis massanya yang bersejarah.
“Saya sebagai Ketua Umum merasa terpanggil untuk ikut caleg, dan dapil yang saya tentukan adalah Dapil Papua. Bernostalgia saya di sini, supaya kita kompetisi dengan yang lain. Kita lihat mana striker yang lebih paten di 2029 nanti,” tegas Bahlil dengan penuh optimisme.
Ketiadaan perwakilan Golkar di DPR RI dari Papua pada periode berjalan diakui Bahlil sebagai “cambuk” atau motivasi besar bagi seluruh kader di pusat maupun daerah. Dengan turunnya sosok nomor satu di Partai Golkar ke medan laga Papua, partai ini menargetkan perubahan peta kekuatan politik secara signifikan di tingkat nasional dari wilayah Papua.
Kehadiran jajaran petinggi DPP Partai Golkar, termasuk Sekretaris Jenderal Muhammad Sarmuji dan Bendahara Umum Sari Yulianti dalam acara pelantikan tersebut, mempertegas dukungan penuh pusat terhadap misi di Papua ini. Bahlil menutup keterangannya dengan optimisme bahwa dengan struktur organisasi yang kuat dan kerja keras di lapangan, Partai Golkar akan kembali menjadi kekuatan dominan di Papua pada Pemilu 2029.(Redaksi)








