MIMIKA, PL – Dedikasi tanpa batas ditunjukkan oleh Sofyan Hadi, S.Pd., Gr, seorang pendidik yang telah 12 tahun mengabdi di kawasan pesisir Pomako, Timika. Sebagai Kepala SD Negeri Pomako 1, Sofyan tidak hanya berdiri di depan kelas, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial di wilayah dengan akses layanan dasar yang terbatas.
Di tengah tantangan sarana dan prasarana, Sofyan secara konsisten memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan. Baginya, pendidikan adalah fondasi utama untuk mengubah nasib generasi muda di wilayah pinggiran.
“Pendidikan adalah kunci utama membuka akses masa depan, terutama bagi anak-anak di pesisir yang selama ini menghadapi keterbatasan,” ujar Sofyan.
Selain fokus pada literasi, Sofyan menyoroti pentingnya stabilitas keamanan sebagai prakondisi kelancaran pendidikan. Ia memberikan apresiasi khusus terhadap pendekatan humanis yang dilakukan oleh aparat keamanan di wilayah tersebut.
Menurut Sofyan, strategi yang diterapkan dalam Operasi Damai Cartenz 2026 telah membawa dampak positif bagi psikologis masyarakat. Ia menilai adanya keseimbangan yang baik antara penegakan hukum dan pendekatan persuasif.
Beberapa poin positif yang disoroti Sofyan terkait kondisi keamanan saat ini:
* Pendekatan Humanis: Kegiatan seperti kunjungan sosial dan pelayanan kesehatan gratis kepada warga.
* Patroli Dialogis: Kehadiran aparat yang mengedepankan komunikasi, sehingga membangun kepercayaan (trust) masyarakat.
* Profesionalisme: Penjagaan stabilitas wilayah yang dilakukan secara terukur dan edukatif.
Menutup keterangannya, Sofyan Hadi mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif. Ia menekankan agar warga tidak mudah terhasut oleh informasi yang belum tentu kebenarannya (hoaks).
“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan damai. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Mari kita bergandengan tangan membangun pendidikan di Papua, khususnya di Timika, demi masa depan generasi muda yang lebih baik,” tegasnya.
Pengabdian Sofyan Hadi di pesisir Pomako menjadi bukti nyata bahwa pembangunan Papua harus berjalan beriringan: keamanan yang stabil sebagai payung dan pendidikan yang kuat sebagai fondasi kemajuan bangsa.(Redaksi)








