JAYAPURA, PL – Kehadiran beras lokal hasil keringat petani Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, resmi diperkenalkan dengan tajuk SOSRA (Solidaritas Sosial Rakyat). Produk ini dinilai bukan sekadar komoditas pangan biasa, melainkan simbol perlawanan terhadap ketergantungan pangan luar daerah sekaligus tonggak kebangkitan ekonomi mandiri masyarakat Papua.
Apresiasi tinggi datang dari tokoh masyarakat Papua, AKBP (Purn) Marthin Koagouw. Ia menegaskan bahwa peluncuran beras SOSRA adalah langkah konkret dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang dimulai dari akar rumput.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini. SOSRA adalah bentuk nyata solidaritas sosial rakyat. Ketika masyarakat mampu memproduksi dan mengonsumsi hasil tani sendiri, kita sedang membangun kedaulatan pangan dari tanah Papua untuk orang Papua,” ujar Marthin dalam keterangannya, Rabu (18/2/26).
Langkah Awal Menuju Kemandirian
Panen perdana sebanyak 5 ton menjadi bukti bahwa lahan Papua memiliki potensi besar jika dikelola dengan serius. Marthin menilai capaian ini merupakan titik awal yang krusial. Jika dikelola secara berkelanjutan dan mendapat dukungan lintas sektoral, SOSRA berpotensi menjadi pemain utama dalam memenuhi kebutuhan pokok di Bumi Cenderawasih.
Beberapa poin penting yang disoroti dalam peluncuran ini antara lain:
* Harga Kompetitif: Dijual dengan harga Rp150.000 per 10 kg, beras ini menawarkan kualitas unggul dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
* Pemberdayaan Lokal: Setiap butir beras yang terjual berdampak langsung pada kesejahteraan petani di Distrik Nimbokrang.
* Solidaritas Ekonomi: Gerakan ini mengajak warga tidak hanya menjadi konsumen, tapi menjadi pelindung ekonomi lokal.
Lebih lanjut, Marthin mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga instansi pemerintah, untuk bangga menggunakan produk lokal. Menurutnya, membeli beras SOSRA adalah bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan para petani lokal.
“Ini bukan hanya soal membeli beras, tetapi tentang memperkuat ekonomi rakyat. Saya berharap gerakan SOSRA dapat menjadi role model bagi daerah lain di Papua dalam membangun kemandirian pangan dan mempererat kebersamaan,” pungkasnya.
Dengan semangat solidaritas, beras SOSRA diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Papua secara menyeluruh dan berkelanjutan.(Redaksi)








