YAHUKIMO, PL– Pemerintah Kabupaten Yahukimo resmi memulihkan layanan kesehatan publik di wilayah Kota Dekai mulai Jumat (20/2/2026). Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, SH., MH., dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat guna memperkuat stabilitas keamanan daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menegaskan bahwa RSUD Dekai serta sejumlah fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas Dekai, Puskesmas Braza, dan Puskesmas Aplim Apom kini telah dibuka kembali untuk melayani masyarakat secara optimal.
Menanggapi rentetan insiden pembakaran sekolah dan ambulans yang terjadi sebelumnya, Bupati Didimus menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah murni kejahatan kriminal. Sebagai langkah nyata pemulihan, Pemkab Yahukimo menetapkan 8 Langkah Strategis, di antaranya:
* Integrasi Layanan: Membuka kembali seluruh unit pelayanan kesehatan dan apotek di Ibukota Dekai.
* Penguatan Infrastruktur: Pembangunan pagar pengaman di seluruh Puskesmas, RS, dan sekolah.
* Sistem Keamanan Terpadu: Pembentukan pos keamanan di pintu masuk faskes yang melibatkan Satpol PP dan warga setempat.
* Humanisasi Pelayanan: Koordinasi dengan TNI/Polri agar aparat tidak membawa senjata lengkap saat memasuki area RSUD dan Puskesmas guna menjaga psikologis pasien.
* Ketertiban Layanan: Larangan penyerobotan antrean dan peningkatan profesionalitas tenaga kesehatan (Nakes).
“Kita harus memiliki kejujuran, ketulusan, dan keberanian hati untuk menjaga Yahukimo. Daerah ini dibangun di atas nilai-nilai Injil dan persaudaraan. Mari kita jaga bersama,” ujar Bupati Didimus.
Selain fokus pada infrastruktur, Bupati juga menyoroti ancaman sosial seperti narkoba dan minuman keras yang dinilai merusak generasi muda. Ia mengimbau warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membalas kekerasan dengan kekerasan,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, hingga perwakilan tenaga kesehatan. Pertemuan ditutup dengan komitmen kolektif untuk mendukung langkah pemerintah dalam menciptakan Yahukimo yang aman, damai, dan sejahtera.
Pemerintah daerah juga menjadwalkan evaluasi rutin setiap satu hingga tiga bulan untuk memastikan seluruh strategi pemulihan berjalan sesuai rencana. (Redaksi)








