JAYAPURA, PL– Penjabat Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sarana pelayanan keagamaan di Bumi Cendrawasih. Komitmen ini diwujudkan melalui pemberian bantuan sebesar Rp3 miliar untuk percepatan pembangunan Gedung Kantor Klasis GKI Port Numbay.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Fakhiri saat menghadiri kegiatan “Makan Sumbang” untuk penyelesaian pembangunan gedung tersebut di Taman Imbi, Kota Jayapura, Minggu (15/2/26).
Di hadapan pimpinan gereja, tokoh adat, serta perwakilan dari 51 jemaat se-Klasis Port Numbay, Fakhiri menekankan bahwa gereja adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun fondasi spiritual dan sosial masyarakat.
“Saya meminta panitia pembangunan untuk datang secara khusus menemui saya di kantor. Dari Pemerintah Provinsi, saya bantu Rp3 miliar untuk perbaikan dan pembangunan fasilitas Kantor Klasis,” tegasnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Fakhiri juga berbagi kisah personal mengenai kedekatannya dengan lembaga pendidikan Kristen. Ia mengenang masa kecilnya saat mengenyam pendidikan dasar di YPK Merauke.
“Fondasi kepemimpinan seseorang dimulai sejak pendidikan dasar. Saya bersyukur pernah dibentuk dan dididik oleh lembaga pendidikan gereja. Itulah yang membentuk karakter saya hingga hari ini,” ungkapnya disambut hangat para jemaat.
Selain fokus pada gedung gereja, Gubernur juga memaparkan visi pemerintah untuk menata kawasan Taman Imbi sebagai ruang publik yang representatif. Ia berharap lokasi tersebut menjadi pusat aktivitas warga sekaligus etalase kerajinan khas Papua.
Mengakhiri sambutannya, Fakhiri mengutip nats Alkitab sebagai pesan penutup mengenai tanggung jawab bernegara dan beriman. “Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah,” ujarnya mengutip Matius 22:21.
Ketua Klasis GKI Port Numbay, Pendeta Andris W. Tjoe, menjelaskan bahwa gedung empat lantai ini dirancang dengan konsep minimalis modern tanpa meninggalkan sentuhan kearifan lokal Port Numbay.
“Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan, pengawasan, hingga peralatan mencapai lebih dari Rp15 miliar. Saat ini progres fisik telah mencapai 60 persen dengan serapan anggaran sekitar Rp9 miliar,” jelas Pdt. Tjoe.
Ia menambahkan bahwa pekerjaan lanjutan akan dimulai pada 18 Februari 2026 dan ditargetkan rampung serta diresmikan pada Oktober 2026. “Kami masih membutuhkan tambahan sekitar Rp11 miliar untuk merampungkan seluruh tahapan hingga tuntas,” tambahnya.
Aksi penggalangan dana ini juga mendapat respons positif dari berbagai pejabat daerah. Selain Gubernur Fakhiri, dukungan juga datang dari:
* Abisai Rollo (Wakil Wali Kota Jayapura): Rp2 Miliar.
* Christian Sohilait (Sekda Papua): Rp 200 Juta.
* Muchlis Karim (Sekda Kota Jayapura): Rp100 Juta.
Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura turut memberikan kontribusi sukarela demi kelancaran pembangunan rumah Tuhan tersebut. (Redaksi)








