JAYAPURA, PL– Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Boven Digoel mulai menemukan titik terang dalam kasus penembakan dua pilot maskapai sipil di wilayah Korowai. Hingga saat ini, aparat keamanan telah berhasil mengidentifikasi dua dari 20 orang anggota kelompok bersenjata yang terlibat dalam aksi tersebut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Jusuf Sutejo, menyatakan bahwa tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran intensif. Menurutnya, arah pelarian kelompok tersebut telah dipetakan berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah informasi di lapangan.
“Kami telah mengidentifikasi dua orang pelaku dari total 20 orang yang terpantau di lokasi. Saat ini, tim gabungan dari Satgas Damai Cartenz dan Brimob Polda Papua tengah melakukan pengejaran yang difokuskan ke arah Yahukimo. Secara geografis, posisi Bandara Korowai Batu memang lebih dekat ke arah timur dibanding ke Tanah Merah,” ujar Kombes Pol Jusuf Sutejo dalam keterangannya, Senin (16/2/26)
Kombes Pol Jusuf Sutejo juga menjelaskan tantangan berat yang dihadapi petugas di lapangan, mengingat luas wilayah Boven Digoel yang setara dengan Provinsi Jawa Tengah, namun hanya diawasi oleh sekitar 300 personel Polres.
“Kondisi geografis Korowai sangat terpencil dan hanya bisa diakses lewat udara. Kami juga mendapatkan laporan dari saksi penumpang yang selamat bahwa kelompok ini membawa sekitar tiga hingga empat senjata api, sementara sisanya membawa senjata tajam seperti tombak dan parang panjang,” tambahnya.
Meski dalam situasi mencekam, para penumpang yang selamat menunjukkan empati yang besar kepada para korban. Mereka menyampaikan rasa duka cita mendalam melalui perwakilan maskapai. Hal ini mempertegas bahwa kehadiran layanan penerbangan adalah urat nadi bagi warga Korowai baru yang sangat bergantung pada transportasi udara untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Saat ini, personel tambahan telah disiagakan di titik-titik rawan untuk mencegat pelarian kelompok tersebut. Satgas Damai Cartenz menegaskan akan terus melakukan tindakan hukum yang terukur demi menjamin keamanan penerbangan dan masyarakat di pedalaman Papua.(Redaksi)








