JAYAPURA, PL — Konferensi PGRI Kabupaten Asmat Masa Bakti XXIII, dengan Usung Tema Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Asmat menggelar Konferensi Kabupaten (Konkap) Masa Bakti XXIII tahun 2025-2030 dengan mengusung tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Sabtu (21/2/2026).
Konferensi ini dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), instansi terkait, para ketua yayasan, utusan PGRI cabang tingkat distrik, peninjau, serta para kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Asmat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Asmat, Absalom Amiyaram, dalam sambutannya mewakili Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, menyampaikan bahwa PGRI sebagai wadah terhimpunnya guru dan tenaga kependidikan lainnya merupakan organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang berlandaskan Pancasila, bersifat unitaristik, independen, serta tidak berpolitik praktis.
Ia menjelaskan, Konferensi Kabupaten merupakan forum organisasi yang bertugas menilai laporan pertanggungjawaban pengurus, menetapkan program kerja serta rencana anggaran pendapatan dan belanja organisasi, sekaligus memilih pengurus PGRI Kabupaten Asmat. Forum ini dilaksanakan lima tahun sekali untuk Masa Bhakti XXIII periode 2025–2030.
Menurutnya, PGRI harus terus berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas anggotanya seiring perkembangan zaman di abad ke-21. Di sisi lain, PGRI juga harus konsisten menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengemban amanat cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, membudayakan nilai-nilai luhur Pancasila, serta turut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu untuk semua.
“Saya mengharapkan pengurus dan seluruh peserta konferensi dapat mengkaji dan memutuskan hal-hal penting yang berkaitan dengan upaya mewujudkan PGRI sebagai organisasi profesi guru dalam meningkatkan pendidik dan tenaga kependidikan yang lebih profesional, sejahtera, terlindungi, dan bermartabat, khususnya di Kabupaten Asmat,” ujar Sekda Absalom Amiyaram.
Ia juga menekankan agar program-program yang disusun benar-benar berpihak pada kepentingan guru dan tenaga kependidikan, serta mampu mengoptimalkan peran aktif PGRI dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Asmat menuju Indonesia Emas 2045.
Kepada pengurus PGRI yang terpilih nantinya, Sekda meminta agar dapat membangun kerja sama dan bermitra dengan pemerintah daerah serta lembaga lainnya secara lebih baik.
Pada kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan terima kasih kepada pengurus PGRI Kabupaten Asmat Masa Bakti sebelumnya yang telah mendedikasikan diri, berjuang, dan melayani demi peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru, memperjuangkan kesejahteraan, serta memastikan perlindungan bagi guru di Kabupaten Asmat.
Sementara itu, Ketua Panitia, Kalvin Buntulobo, mengatakan bahwa konferensi ini diselenggarakan dengan sejumlah tujuan, yakni melaksanakan evaluasi program kerja PGRI periode sebelumnya, menyusun program kerja PGRI Kabupaten Asmat untuk periode berikutnya, memilih dan menetapkan pengurus PGRI Kabupaten Asmat Masa Bakti 2025–2030, memperkuat solidaritas dan persatuan guru dalam wadah PGRI, serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk peningkatan mutu guru dan mutu pendidikan di Kabupaten Asmat.(Redaksi)








