PUNCAK, PL– Komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua tidak hanya dilakukan melalui pengamanan fisik, tetapi juga melalui pendekatan hati ke hati. Hal ini tercermin dalam aksi personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 yang kembali menggelar patroli keamanan dengan mengedepankan sisi humanis di wilayah Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, pada Rabu (16/02/26).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar Operasi Damai Cartenz untuk menciptakan rasa aman yang berkelanjutan, sekaligus memastikan roda kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan tetap berjalan kondusif.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari di Pos Belukar, Distrik Sinak. Sebelum terjun ke lapangan, seluruh personel mengikuti apel pengecekan yang dipimpin oleh perwira pengendali. Fokus utama dalam apel ini bukan hanya pada kesiapan perlengkapan teknis, melainkan juga pada pembekalan mental agar setiap personel mampu berinteraksi secara santun dan persuasif kepada warga.
Pengecekan meliputi kesiapan individu, kelengkapan sarana prasarana, hingga pembagian sektor patroli agar jangkauan pengamanan merata dan menyentuh pemukiman-pemukiman warga yang membutuhkan kehadiran polisi.
Sepanjang rute patroli, personel Satgas Damai Cartenz tidak sekadar melintas, namun aktif berhenti untuk menyapa dan berbincang dengan masyarakat setempat. Pertukaran senyum dan tegur sapa menjadi pemandangan utama, memecah kesan kaku yang biasanya melekat pada operasi keamanan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dalam keterangannya menekankan bahwa kehadiran Polri di Sinak adalah sebagai mitra masyarakat dalam menjaga kedamaian.
“Patroli ini filosofinya adalah pengayoman. Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan secara fisik, tetapi sebagai saudara bagi masyarakat Papua. Keberhasilan Operasi Damai Cartenz sangat bergantung pada kepercayaan dan hubungan yang harmonis antara aparat dan warga,” tegas Brigjen Pol Faizal.
Beliau menambahkan bahwa keamanan yang sejati lahir dari rasa saling memiliki dan kerja sama yang erat. “Kami ingin masyarakat merasa bahwa kehadiran kami adalah jaminan bagi ketenangan mereka dalam beraktivitas sehari-hari,” imbuhnya.
Selain berinteraksi, personel Satgas juga menyelipkan pesan-pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Warga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu untuk berkomunikasi dengan pihak berwajib jika menemukan kendala atau potensi gangguan di wilayah mereka.
Pendekatan dialogis ini diharapkan mampu mendeteksi dini setiap potensi konflik, sehingga dapat diselesaikan melalui jalur persuasif tanpa harus mengarah pada tindakan represif.
“Harapan kami, kehadiran Polri melalui patroli humanis ini mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ketertiban umum. Dengan hubungan yang lebih dekat, kita bisa bersama-sama mencegah potensi gangguan Kamtibmas di masa depan,” tambah jenderal bintang satu tersebut.
Patroli rutin di Distrik Sinak ini menjadi bukti nyata bahwa Polri tetap mengedepankan soft approach (pendekatan lunak) dalam setiap operasinya di Papua. Satgas Damai Cartenz 2026 berkomitmen untuk terus menghadirkan rasa aman yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Melalui langkah-langkah persuasif seperti ini, diharapkan harmoni di Distrik Sinak tetap terjaga, menjadikan wilayah tersebut sebagai contoh daerah yang mampu bangkit dan maju dalam bingkai kedamaian.(Redaksi)








