NABIRE, PL– Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz tengah mendalami insiden penyerangan maut di Pos Pengamanan PT Kristal, Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire. Peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu siang tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Kepala Satgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden ini.

Laporan penyerangan diterima pihak kepolisian sekitar pukul 12.00 WIT. Tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Nabire segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta evakuasi.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara puing-puing pos pengamanan yang hancur. Kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Nabire untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi.
“Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Kondisi jenazah yang hangus terbakar memerlukan waktu ekstra untuk dipastikan identitasnya serta penyebab pasti kematiannya,” jelas Yusuf.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa empat orang saksi yang merupakan karyawan perusahaan. Menurut keterangan saksi, serangan bermula dari rentetan suara tembakan yang mengarah ke pos.
Bukti fisik di lapangan menunjukkan satu unit kendaraan milik perusahaan mengalami kerusakan berat dengan empat lubang bekas tembakan di bagian depan. Proyektil peluru diketahui juga menembus bagian radiator mesin. Meski demikian, polisi belum menemukan selongsong peluru di sekitar pos.
“Diduga penembakan dilakukan dari jarak cukup jauh, sekitar 50 hingga 100 meter, sehingga selongsong belum ditemukan di area inti TKP,” tambahnya.
Menanggapi klaim tanggung jawab dari kelompok bersenjata yang beredar di media sosial, Kombes Yusuf menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi. Penyelidikan tetap bersandar pada fakta hukum dan bukti lapangan.
“Kami tidak serta-merta menyimpulkan berdasarkan klaim di media sosial. Penyelidikan akan terus dilakukan berdasarkan alat bukti dan hasil investigasi objektif,” tegasnya.
Terkait isu perampasan senjata, Yusuf mengklarifikasi bahwa tidak ada anggota Polri yang bertugas melakukan penjagaan di lokasi PT Kristal saat kejadian. Oleh karena itu, informasi mengenai adanya senjata yang hilang masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan awal, teridentifikasi setidaknya tiga orang pelaku yang terlihat di lokasi kejadian. Satgas Ops Damai Cartenz kini telah melakukan pemetaan dan profiling untuk mengejar kelompok yang bertanggung jawab atas aksi keji ini.
Aparat gabungan terus bersiaga guna mengungkap motif di balik penyerangan serta memastikan stabilitas keamanan di wilayah Distrik Makimi tetap terjaga.(Redaksi)








