JAYAPURA, PL– Upaya pencarian intensif selama tiga hari terhadap korban tertimbun longsor di kawasan Batu Putih, Gajah Putih, Distrik Jayapura Selatan, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban bernama Rafles Fonataba/Waromi (22) pada Selasa malam (17/2/26).
Peristiwa nahas ini bermula saat korban sedang melakukan aktivitas penambangan tradisional di lokasi kejadian. Secara tiba-tiba, longsoran tanah terjadi dan menimbun korban yang tidak sempat menyelamatkan diri.
Pihak keluarga dan masyarakat setempat sempat melakukan pencarian mandiri namun tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya laporan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura oleh Bapak Tambirana Woru.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Anton Sucipto, menjelaskan bahwa titik terang pencarian muncul pada pukul 17.57 WIT saat rekan korban bernama Okto menemukan lokasi keberadaan korban.
“Tim SAR Gabungan kemudian bergerak cepat melakukan evakuasi setelah menerima informasi penemuan tersebut. Korban akhirnya berhasil dievakuasi sepenuhnya pada pukul 21.15 WIT dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Anton Sucipto.
Anton menambahkan bahwa proses evakuasi di lapangan menghadapi tantangan berat. Kondisi medan yang terjal serta material tanah yang labil dan mudah longsor kembali membuat tim harus ekstra waspada.
“Medannya agak sulit dengan material yang mudah longsor, sehingga tim harus bekerja sangat hati-hati. Meski sempat kewalahan, puji syukur proses evakuasi berjalan lancar hingga selesai,” tambahnya.
Jasad korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, Anton Sucipto secara resmi menyatakan Operasi SAR ini ditutup. “Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh unsur yang terlibat. Seluruh personel kini telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” pungkasnya.(Redaksi)








