ASMAT, PL — Pasca-insiden ambruknya dermaga Pelabuhan Agats di Kabupaten Asmat, aktivitas bongkar muat logistik dan mobilisasi penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dipastikan tetap berjalan normal. Meski konstruksi beton utama mengalami kerusakan, otoritas pelabuhan telah menyiapkan skema darurat guna menjaga konektivitas wilayah.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (14/2/26) sekitar pukul 14.13 WIT. Dermaga sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut ambruk ke laut, diduga kuat akibat usia beton yang sudah mencapai 20 tahun.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Agats, Peter Rumbino, menjelaskan bahwa pihaknya telah memprediksi risiko tersebut. Sejak November 2025, penggunaan segmen dua yang ambruk memang sudah dibatasi untuk aktivitas berat.
“Kami sudah menyiapkan segmen satu dan segmen tiga sebagai solusi utama kegiatan bongkar muat. Secara konstruksi, segmen dua memang sudah waktunya dibangun ulang total. Beruntung, saat kejadian tidak ada korban jiwa maupun kerugian fatal bagi pengguna jasa,” ujar Peter saat ditemui pada Kamis (19/2/26).
Terkait pelayanan kapal penumpang, Peter mengakui adanya penyesuaian prosedur. Mengingat faktor keamanan sisa konstruksi, kapal Pelni saat ini belum disandarkan langsung di dermaga, melainkan berlabuh di kolam bandar (tengah laut).
* Mobilisasi Penumpang: Pihak pelabuhan mengerahkan kapal jenis LCT dari berbagai agen pelayaran lokal untuk menjemput dan mengantar penumpang dari dermaga ke kapal Pelni (dan sebaliknya).
* Prioritas Ramadan: Langkah ini diambil untuk memastikan arus mudik dan balik menjelang Ramadan dan Idulfitri tidak terhambat.
Kementerian Perhubungan merespons cepat kejadian ini dengan menjadwalkan pembangunan kembali fasilitas dermaga pada awal Maret 2026.
“Proses administrasi di Jakarta sudah berjalan. Estimasi pengerjaan memakan waktu sekitar 300 hari kalender. Kami menjamin distribusi logistik dari luar daerah, terutama kebutuhan pokok menjelang hari raya, tetap akan mengalir sesuai SOP,” tegas Peter.
Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, memberikan apresiasi atas langkah taktis yang dilakukan jajaran UPP Kelas III Agats. Ia menekankan pentingnya pelabuhan sebagai urat nadi ekonomi masyarakat Asmat. Sinergi antara pemda dan otoritas pelabuhan terus diperkuat guna memastikan kestabilan harga dan ketersediaan stok barang di pasar tetap terjaga selama masa perbaikan dermaga.(Redaksi)








