SARMI, PL– Suasana di Mapolsek Bonggo, Jumat pagi (2/5/2026), terasa berbeda dari biasanya. Jika setiap harinya dipenuhi dengan pelayanan administratif dan laporan warga, pagi ini halaman kantor polisi itu riuh dengan tawa dan semangat kekeluargaan.
Bukan tanpa alasan, keluarga besar Polsek Bonggo tengah merayakan keberhasilan kecil yang bermakna besar: Panen Perdana Ikan Lele Sangkuriang.
Dimulai dengan Keringat, Diakhiri dengan Syukur
Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bonggo, Iptu Yustus Maudul, SE., M.Si. Setelahnya, seluruh personel beserta Ketua Bhayangkari Ranting Bonggo, Ny. Maryke Yustus, dan para anggota Bhayangkari lainnya menyempatkan diri berolahraga bersama.
Puncaknya, mereka berkumpul di tepi Kolam Merah Putih, sebuah area budidaya mandiri yang dikelola langsung oleh tangan-tangan para personel kepolisian setempat.
“Hari ini harapan kita semua terwujud. Kita bisa menikmati ikan tawar hasil keringat kita sendiri di kolam kita sendiri. Rasanya bahagia sekali,” ujar Iptu Yustus dengan nada haru saat memberikan sambutan.
Perjuangan di Balik 500 Ekor Lele
Perjalanan menuju panen ini tidaklah instan. Iptu Yustus menceritakan bahwa benih ikan ini pertama kali ditebar pada 9 Desember 2025 sebanyak 2.000 ekor. Namun, alam memberikan tantangannya sendiri; dari jumlah tersebut, sekitar 500 ekor yang berhasil bertahan hingga masa panen, sementara sisanya mati karena faktor lingkungan dan sifat kanibal alami ikan lele.
“Meskipun ada kendala, 500 ekor lele ini menjadi simbol bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Ke depan, kami berencana mengisi kolam dengan 1.000 bibit ikan mujair secara bertahap,” tambahnya.
Hiburan bagi Anggota dan Persiapan “Final Piala Dunia”
Menariknya, Kolam Merah Putih tidak hanya berisi lele. Masih ada empat kolam lainnya yang kini dipenuhi ikan Mas, Nila, dan Bawal. Iptu Yustus sengaja menyiapkan kolam-kolam tersebut sebagai sarana hiburan bagi anggotanya, terutama yang sedang melaksanakan piket jaga.
“Nanti sekitar Juli 2026, ikan Mas dan Nila sudah bisa dipancing. Sistemnya ‘suka-suka’ saja buat hiburan anggota saat lepas penat,” ungkapnya sembari tersenyum.
Bahkan, sebuah rencana besar sudah disiapkan. Kapolsek dan jajarannya berniat menjadikan panen ikan Mas dan Nila berikutnya sebagai menu utama acara Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026 di Mapolsek Bonggo.
Menginspirasi dari Halaman Kantor
Lebih dari sekadar makan bersama, Iptu Yustus berharap inisiatif ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh personelnya. Ia mendorong setiap anggota Polsek Bonggo untuk memanfaatkan lahan kosong di rumah masing-masing, baik dengan kolam tanah maupun terpal.
“Jika kita bisa mandiri secara pangan dari halaman sendiri, itu adalah kebahagiaan luar biasa bagi keluarga,” tutupnya.
Pagi itu di Bonggo ditutup dengan hangat. Hasil panen 500 ekor lele tersebut tidak untuk dijual, melainkan diolah dan disantap bersama oleh seluruh keluarga besar Polsek Bonggo. Sebuah bukti bahwa di balik seragam cokelat yang gagah, terdapat rasa persaudaraan yang kental dan cinta pada kemandirian.(Redaksi)








