• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
Papualink.co - Link Berita Papua
ADVERTISEMENT
  • HOME
  • ASMAT
  • PEMPROV PAPUA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • HUKRIM
  • EKONOMI
  • POTRET
  • PENKES
  • RAGAM
  • VIDEO
  • PERISTIWA
  • POLITIK
No Result
View All Result
  • HOME
  • ASMAT
  • PEMPROV PAPUA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • HUKRIM
  • EKONOMI
  • POTRET
  • PENKES
  • RAGAM
  • VIDEO
  • PERISTIWA
  • POLITIK
No Result
View All Result
Papualink.co - Link Berita Papua
No Result
View All Result
  • HOME
  • ASMAT
  • PEMPROV PAPUA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • HUKRIM
  • EKONOMI
  • POTRET
  • PENKES
  • RAGAM
  • VIDEO
  • PERISTIWA
  • POLITIK
ADVERTISEMENT

Yusak Pakage: 1 Mei Adalah Hari Dukacita Bagi Orang Papua

Admin by Admin
1 Mei 2026
in BERITA UTAMA
0
Yusak Pakage: 1 Mei Adalah Hari Dukacita Bagi Orang Papua

JAYAPURA, PL– Yusak Pakage, mantan tahanan politik TPN-OPM, menyatakan bahwa tanggal 1 Mei bukan merupakan hari perayaan bagi rakyat Papua, melainkan hari penuh penyesalan dan dukacita. Hal ini disampaikan Yusak dalam sebuah wawancara di Kota Jayapura, menanggapi makna sejarah integrasi Papua ke Indonesia.

Sejarah yang Menyakitkan

Menurut Yusak, peristiwa 1 Mei 1963 merupakan bentuk aneksasi atau pemaksaan kehendak oleh Indonesia. Ia menegaskan bahwa sebelum tanggal tersebut, bangsa Papua sebenarnya telah memproklamasikan kemerdekaannya:

BacaJuga

Puncak Piala Pemuda Heram 2026: Ribuan Pasang Mata Padati Lapangan Voli Uncen Waena

Hangatnya Kebersamaan di “Kolam Merah Putih”: Polsek Bonggo Rayakan Panen Perdana Lele

* 1 Desember 1961 : Bangsa Papua menyatakan diri sebagai negara merdeka.

* 19 Desember 1961 : Munculnya Trikora (Tri Komando Rakyat) oleh Presiden Soekarno yang dinilai sebagai tindakan sepihak untuk memaksa Papua bergabung.

Yusak juga mengkritik peran internasional, termasuk PBB (melalui UNTEA) dan Amerika Serikat, yang dianggapnya turut bersalah karena membiarkan kontrol keamanan Papua diserahkan sepenuhnya kepada militer Indonesia.

Dampak Konflik Berkepanjangan

Hingga saat ini, Yusak melihat kehadiran militer yang masif di Papua justru memicu konflik bersenjata yang tidak kunjung usai. Perang antara kelompok perlawanan (seperti Feri Awom dan Lodewijk Mandatjan) dengan militer Indonesia telah memakan banyak korban dari pihak warga sipil.

“Sampai hari ini Papua berduka. Baik orang asli Papua maupun non-Papua, masyarakat sipil terus menjadi korban. Ini adalah genosida yang perlahan menghabiskan umat pilihan Tuhan di atas tanah ini,” ujar Yusak.

Tuntutan kepada Pemerintah Pusat

Yusak Pakage melayangkan tuntutan keras kepada Pemerintah Indonesia:

1. Tanggung Jawab Presiden : Ia mendesak Presiden Republik Indonesia untuk bertanggung jawab atas pengiriman pasukan besar-besaran yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

2. Transparansi Hukum:  Menuntut kejelasan hukum bagi para pelaku kekerasan, terutama dalam kasus pembunuhan tokoh Papua seperti Theys Eluay dan hilangnya Aristoteles Masoka yang hingga kini belum tuntas.

3. Dialog Terbuka : Yusak menyatakan dirinya tetap berada di Jayapura dan menantang pemerintah (Prabowo Subianto maupun Joko Widodo) untuk melakukan dialog terbuka guna mencari kebenaran.

“Jangan Jakarta tutup diri. Kami ada di sini, kami tidak lari. Mari kita berdialog dan buktikan siapa yang benar di depan mata Tuhan,” pungkasnya.(Redaksi)

Previous Post

Keerom Jadi Lumbung Jagung, Gubernur Fakhiri Dorong Papua Mandiri Pangan dan Ekonomi

Next Post

Hangatnya Kebersamaan di “Kolam Merah Putih”: Polsek Bonggo Rayakan Panen Perdana Lele

Related Posts

Puncak Piala Pemuda Heram 2026: Ribuan Pasang Mata Padati Lapangan Voli Uncen Waena
BERITA UTAMA

Puncak Piala Pemuda Heram 2026: Ribuan Pasang Mata Padati Lapangan Voli Uncen Waena

1 Mei 2026
Hangatnya Kebersamaan di “Kolam Merah Putih”: Polsek Bonggo Rayakan Panen Perdana Lele
BERITA UTAMA

Hangatnya Kebersamaan di “Kolam Merah Putih”: Polsek Bonggo Rayakan Panen Perdana Lele

1 Mei 2026
Keerom Jadi Lumbung Jagung, Gubernur Fakhiri Dorong Papua Mandiri Pangan dan Ekonomi
BERITA UTAMA

Keerom Jadi Lumbung Jagung, Gubernur Fakhiri Dorong Papua Mandiri Pangan dan Ekonomi

1 Mei 2026
Percobaan Penembakan di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Kejar Dua Pelaku
BERITA UTAMA

Percobaan Penembakan di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Kejar Dua Pelaku

30 April 2026
Pertamina Patra Niaga Gelar Pasar Murah Seribu Paket Sembako Terjangkau Bagi Masyarakat Prasejahtera di Ternate
BERITA UTAMA

Pertamina Patra Niaga Gelar Pasar Murah Seribu Paket Sembako Terjangkau Bagi Masyarakat Prasejahtera di Ternate

30 April 2026
ADVERTISEMENT
Papualink.co - Link Berita Papua

Menjadi salah satu media profesional di Papua dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

KATEGORI UTAMA

  • ASMAT
  • BERITA UTAMA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • EKONOMI
  • HUKUM & KRIMINAL
  • Olahraga
  • Opini
  • PEMPROV PAPUA
  • PENDIDIKAN & KESEHATAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • POTRET
  • RAGAM
  • Uncategorized
  • VIDEO

Follow Us

BERITA TERBARU

Puncak Piala Pemuda Heram 2026: Ribuan Pasang Mata Padati Lapangan Voli Uncen Waena

Puncak Piala Pemuda Heram 2026: Ribuan Pasang Mata Padati Lapangan Voli Uncen Waena

1 Mei 2026
Hangatnya Kebersamaan di “Kolam Merah Putih”: Polsek Bonggo Rayakan Panen Perdana Lele

Hangatnya Kebersamaan di “Kolam Merah Putih”: Polsek Bonggo Rayakan Panen Perdana Lele

1 Mei 2026
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan

Copyright © 2024 www.papualink.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • ASMAT
  • PEMPROV PAPUA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • HUKRIM
  • EKONOMI
  • POTRET
  • PENKES
  • RAGAM
  • VIDEO
  • PERISTIWA
  • POLITIK

Copyright © 2024 www.papualink.id