JAYAPURA, PL– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menutup sementara operasional 11 bandara atau lapangan terbang di wilayah Papua. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), termasuk aksi penembakan terhadap pilot di lapangan terbang Koroway Batu baru-baru ini.
Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faisal Ramadhani, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait penutupan tersebut dan akan segera melakukan koordinasi lintas sektoral.
Menurut Faisal, meskipun beberapa bandara berada di jalur perlintasan KKB, tingkat kerawanan di setiap titik berbeda-beda. Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum operasional dibuka kembali.
“Memang perlu asesmen ulang. Ada beberapa daerah yang sebetulnya tingkat kerawanannya tidak terlalu tinggi, seperti di Yeoga. Meski itu perlintasan KKB, gangguan terhadap penerbangan di sana relatif kecil dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Faisal di Mapolda Papua, Jayapura, Rabu (18/2/26).
Penutupan ini menjadi tantangan besar mengingat bandara merupakan urat nadi utama distribusi logistik di pedalaman Papua. Faisal mengakui aspek logistik menjadi pertimbangan penting dalam pembahasan bersama Kemenhub nantinya.
“Kita perlu kegiatan yang lebih koordinatif antar lintas sektoral untuk membahas hal ini, karena banyak daerah yang akses satu-satunya hanya melalui bandara tersebut,” tambahnya.(Redaksi)








