JAKARTA, PL– Komitmen Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, untuk mentransformasi infrastruktur di Bumi Cendrawasih mulai menemui titik terang. Bukan sekadar janji politik, langkah nyata diambil Fakhiri dengan menyambangi jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jakarta untuk membahas percepatan pembangunan jaringan kereta api di Papua.
Pertemuan strategis yang berlangsung pada Selasa (14/4/26) malam ini menjadi sinyal kuat dimulainya babak baru konektivitas modern di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Langkah Awal Menuju Transportasi Modern
Gubernur Matius D. Fakhiri menegaskan bahwa koordinasi dengan PT KAI adalah tahapan krusial untuk menghadirkan moda transportasi darat yang efisien. Ia juga menyebutkan bahwa proyek besar ini mendapat atensi khusus dari Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Kehadiran kereta api di wilayah timur Indonesia tidak lepas dari perhatian pemerintah pusat, khususnya Bapak Prabowo Subianto,” ujar Fakhiri dalam keterangannya.
Meskipun tahap awal akan difokuskan pada rute Kota Jayapura – Kabupaten Jayapura, Fakhiri optimis ini akan menjadi fondasi bagi jaringan transportasi yang lebih luas di masa depan. Kereta api ini nantinya tidak hanya melayani penumpang, tetapi juga menjadi tulang punggung **mobilisasi logistik dan barang.
“Semoga proyek ini menjadi awal pengembangan jaringan yang lebih luas untuk mempercepat pembangunan. Ini bukan hanya soal angkutan orang, tapi juga kunci kelancaran distribusi barang di Papua,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Fakhiri membeberkan bahwa agenda lapangan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Jika tidak ada aral melintang, tim gabungan akan langsung turun ke lapangan pada akhir bulan ini.
Agenda: Survei kelayakan rute dan penetapan jalur rel.
Personel:Tim ahli dari PT KAI didampingi tim khusus Pemerintah Provinsi Papua.
Membangun Peradaban dan Ekonomi Papua
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasydin, menyambut hangat inisiatif proaktif Gubernur Fakhiri. Menurutnya, kehadiran kereta api adalah langkah monumental dalam membangun peradaban baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Dari sisi ekonomi, kehadiran kereta api diyakini dapat membuka akses baru, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan,” kata Bobby.
Ia juga menegaskan bahwa proyek ini merupakan implementasi langsung dari visi Presiden Prabowo Subianto terkait pemerataan pembangunan infrastruktur dari Sabang sampai Merauke.
“Hadirnya kereta api adalah wujud nyata pemerataan untuk kesejahteraan, sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” pungkasnya.(Redaksi)








