ASMAT, PL — Bupati Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo bersama Wakil Bupati Yoel Manggaprou dan Sekda Asmat Absalom Amiyaram melakukan pertemuan bersama seluruh kepala Distrik guna membahas terkait efisiensi anggaran tahun 2026 serta dampak konflik global timur tengah terhadap situasi perekonomian daerah.
Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Kabupaten Asmat, Kamis (16/4/26).
Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir ini, kita mendengar banyak keluhan dari masyarakat.
Keluhan tersebut, terutama datang dari para kepala kampung, aparat kampung, dan para pedagang yang mengeluhkan adanya perlambatan ekonomi.
Berkaitan dengan ini, Ia meminta kepada kita semua terutama seluruh kepala distrik agar dapat menjelaskan kondisi tersebut kepada masyarakat. gunakan semua media yang ada baik itu media sosial maupun juga media elektronik.
Bupati Thomas Eppe Safanpo menegaskan bahwa perlambatan ekonomi yang terjadi tidak hanya di Kabupaten Asmat, tetapi juga hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini merupakan dampak dari efisiensi anggaran.
Ia menjelaskan, total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asmat pada tahun 2024 mencapai Rp1,7 triliun. Namun, akibat dari efisiensi anggaran selama dua tahun berturut-turut, pada tahun 2026 APBD kita turun menjadi 1,4 triliun.
“Penurunan ini tentu membawa dampak yang sangat besar bagi perekonomian daerah dan masyarakat kita,” pungkasnya.(Redaksi)








