TOLIKARA, PL– Situasi keamanan di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, saat ini dipastikan telah kembali kondusif setelah sempat terjadi ketegangan antarwarga di Desa Mairini pada Selasa, 14 April 2026. Berdasarkan laporan terkini, aktivitas masyarakat di wilayah tersebut mulai berjalan normal kembali seiring dengan langkah cepat aparat keamanan dalam melakukan pendekatan persuasif kepada seluruh pihak yang bertikai.
Peristiwa ini sebelumnya bermula dari suasana kedukaan atas meninggalnya almarhum Denius Penggu yang kemudian memicu kericuhan antara dua kelompok masyarakat. Ketegangan tersebut memuncak pada aksi penyerangan terhadap personel Polsek Bokondini yang mengakibatkan empat anggota kepolisian mengalami luka-luka dan satu orang warga dilaporkan meninggal dunia. Selain jatuhnya korban, insiden tersebut juga diwarnai dengan penganiayaan serta perampasan satu pucuk senjata api milik Kanit Reskrim Polsek Bokondini, Aiptu Dominggus Gannaran, yang saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.

Kapolres Tolikara, Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., menjelaskan bahwa senjata api yang sempat dirampas tersebut kini telah berhasil diamankan kembali. Keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi antara pihak kepolisian, TNI, pemerintah distrik, serta tokoh adat dan tokoh agama setempat yang didukung penuh oleh personel BKO Brimob Wamena. Pertemuan bersama unsur-unsur penting tersebut dilakukan untuk memastikan penyelesaian masalah dilakukan secara aman, damai, dan bermartabat tanpa menyisakan dendam di tengah masyarakat.
Mengenai prosedur pengamanan saat kejadian, Kompol Roberth Hitipeuw menegaskan bahwa pihaknya menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas. Anggota kepolisian yang terlibat dalam penggunaan senjata api, baik saat memberikan tembakan peringatan maupun tindakan lainnya, saat ini telah berada di Polda Papua, Jayapura, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh tindakan anggota di lapangan telah sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
Menanggapi situasi pasca-konflik, Kapolres mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar luas di media sosial. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menggunakan platform digital dan mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada berita bohong atau hoaks yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab dengan tujuan memperkeruh suasana di Bokondini.
Pihak Kepolisian Resor Tolikara memastikan akan terus menyiagakan personel untuk melakukan pengamanan dengan pendekatan yang lebih humanis guna mencegah terjadinya konflik susulan. Melalui kerja sama yang erat antara aparat keamanan dan elemen masyarakat, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah Distrik Bokondini dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan tenteram.(Ardi)








