NABIRE, PL– Perkembangan kesehatan salah satu putra terbaik Polri yang bertugas di wilayah hukum Papua Tengah. Humas Polda Papua Tengah secara resmi merilis informasi terbaru mengenai kondisi kesehatan Bripda Abhius Metusalakh Abner Yawan (22), anggota Polsek Kamuu, Polres Dogiyai, yang menjadi korban penyerangan saat menjalankan tugas pada akhir Maret lalu.
Bripda Abhius mengalami luka serius akibat tusukan panah pada bagian dada sebelah kanan dalam insiden yang terjadi di Kabupaten Dogiyai pada 31 Maret 2026. Mengingat luka yang diderita cukup fatal dan memerlukan peralatan medis yang lebih memadai, Polri bergerak cepat melakukan serangkaian langkah evakuasi medis (medevac).

Setelah mendapatkan penanganan darurat awal di RSUD Kelas I Nabire, korban diterbangkan ke Jayapura pada Sabtu, 4 April 2026, menggunakan maskapai Sriwijaya Air untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun, guna memastikan pemulihan yang paripurna, pada 18 April 2026, Mabes Polri memutuskan untuk merujuk Bripda Abhius ke RS Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta.
Saat ini, Bripda Abhius ditangani langsung oleh tim Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular. Berdasarkan diagnosa terbaru, ia tengah menjalani fase pemulihan pasca pemasangan chest tube (WSD) akibat kondisi *pneumothorax* (penumpukan udara pada rongga paru).
Di tengah proses pemulihan tersebut, Ibu dari Bripda Abhius, Ny. Erlin Mayor, menyampaikan pesan haru dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada institusi Polri. Melalui sebuah rekaman video resmi, ia mengungkapkan rasa syukur atas perhatian luar biasa yang diberikan negara terhadap anaknya.
“Shalom. Saya Erlin Mayor, orang tua mama dari anak kami Bripda Abhius Metusalakh Abner Yawan. Kami dengan keikhlasan hati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda Papua, dan Bapak Kapolda Papua Tengah,”* ujar Ny. Erlin dengan nada bicara yang tenang namun penuh haru.
Ia juga secara khusus menyebutkan rasa terima kasihnya kepada para pimpinan rumah sakit yang telah berjibaku menyelamatkan nyawa putranya.
“Terima kasih juga kepada Bapak Karumkit Bhayangkara Pusdokkes Polri di Jakarta dan Bapak Karumkit Bhayangkara Jayapura atas kecepatan menangani luka tertusuk panah yang dialami anak kami. Puji Tuhan, atas karunia-Nya anak kami bisa tertolong. Semoga Tuhan memberkati Bapak semua,”* tutupnya.
Sementara itu Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., saat dihubungi via Telpon menyampaikan bahwa kondisi dari anggotanya telah mulai membaik dan mengenai pembiayaan nya menurut kapolda seluruh biaya perawatan dan fasilitas pemulihan ditanggung sepenuhnya oleh institusi. Langkah merujuk korban hingga ke Jakarta merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan maksimal bagi setiap personel yang bertaruh nyawa di lapangan.
Saat ini, kondisi fisik Bripda Abhius dilaporkan terus menunjukkan tren positif. Meskipun masih berada di bawah observasi ketat tim medis, ia sudah dapat berkomunikasi dengan pihak keluarga yang mendampingi di Jakarta.
Polda Papua Tengah juga memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar Bripda Abhius dapat segera pulih total dan kembali mengabdi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Papua.(Redaksi)








