BOVEN DIGOEL, PL– Tak ada kata terlambat untuk belajar. Prinsip inilah yang coba dihidupkan kembali oleh Polres Boven Digoel. Di tengah riuhnya tugas menjaga keamanan, para personel polisi di sini memilih untuk sejenak meletakkan seragam ketegasannya dan berganti peran menjadi sosok “kakak” sekaligus guru bagi anak-anak yang terpaksa berhenti mengecap bangku pendidikan.
Suasana di Ruang Edukasi Polres Boven Digoel tampak berbeda. Sebanyak 12 anak putus sekolah berkumpul dengan binar mata yang penuh rasa ingin tahu. Mereka hadir bukan untuk urusan hukum, melainkan untuk menjemput kembali mimpi-mimpi yang sempat tertunda melalui program bimbingan belajar dan pelatihan keterampilan.
Bukan sekadar mengejar kurikulum formal, para personel Polres memberikan materi yang menyentuh aspek dasar kehidupan. Mulai dari pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai bentuk penghargaan terhadap tubuh, hingga memupuk rasa cinta tanah air agar mereka merasa memiliki masa depan di negeri ini.
Materi membaca, menulis, dan berhitung (calistung) disampaikan dengan cara yang jauh dari kesan kaku. Sesekali gelak tawa pecah saat sesi permainan edukatif dan tanya jawab berlangsung.
“Kami ingin mereka merasa bahwa belajar itu menyenangkan. Meski mereka tidak lagi di sekolah formal, semangat mereka tidak boleh padam,” ujar salah satu personel di sela-sela kegiatan.
Anak-anak ini tidak hanya duduk diam mendengarkan. Mereka diajak langsung mempraktikkan hal-hal sederhana namun bermakna, seperti cara mencuci tangan yang benar hingga latihan menulis dasar. Antusiasme terlihat jelas; meski ada perbedaan tingkat pemahaman dan keterbatasan sarana, semangat mereka untuk bisa membaca dan berhitung tak surut sedikit pun.
Polres Boven Digoel menyadari bahwa keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan. Namun, hal itu tidak menjadi penghalang untuk terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan rutin ini, Polri ingin hadir sebagai pelindung sekaligus pendidik. Harapannya sederhana namun mendalam: menciptakan generasi muda yang cerdas, disiplin, dan memiliki karakter kuat, terlepas dari apa pun latar belakang pendidikan mereka sebelumnya.
Karena bagi Polres Boven Digoel, setiap anak berhak atas kesempatan kedua untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.(Redaksi)








