ASMAT, PL– Pemerintah Kabupaten Asmat menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan gelaran Festival Asmat Pokman (FAP) ke-38. Meski saat ini daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, ajang budaya bertaraf internasional tersebut dipastikan tetap berlangsung pada 7 hingga 11 Oktober 2026.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo , dalam rapat koordinasi bersama Uskup Agats dan panitia penyelenggara di Aula Pusat Pastoral Keuskupan Agats, Kamis (23/4/26).

Menjawab Penantian Masyarakat
Bupati Thomas mengakui bahwa kelanjutan festival tahun ini sempat menjadi tanda tanya besar, baik bagi warga lokal maupun wisatawan mancanegara. Keputusan untuk tetap melaksanakan FAP merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat terhadap pesta budaya tersebut.
“Banyak pertanyaan dari masyarakat dan rekan-rekan luar daerah mengenai keberlanjutan festival ini. Puji Tuhan, hari ini telah diputuskan untuk tetap dilaksanakan,” ujar Bupati Thomas Safanpo.
Siasat di Tengah Keterbatasan
Bupati tidak menampik bahwa kondisi finansial daerah sedang dalam masa sulit. Kebijakan efisiensi anggaran diakui memberikan dampak signifikan, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke pemerintahan kampung.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang bagi pelestarian budaya Asmat. Beberapa langkah strategis yang ditekankan Bupati antara lain:
Dukungan Penuh Pemkab: Pemerintah tetap menjamin kesuksesan event sesuai rencana.
Evaluasi Pelaksanaan: Panitia diminta mengevaluasi teknis kegiatan agar lebih efektif dan efisien tanpa mengurangi esensi budaya.
Manajemen Event: Optimalisasi tim seleksi ukiran dan anyaman untuk menjaga kualitas karya yang ditampilkan.
Panggung Dunia bagi Seniman Asmat
Senada dengan Bupati, Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito, menyampaikan bahwa FAP bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wadah bagi pria dan wanita Asmat untuk menunjukkan identitas mereka kepada dunia.
“Ini adalah momen terbesar bagi masyarakat untuk menyuguhkan kepulihan mereka melalui seni ukir, anyam, tari, dan berbagai ekspresi seni lainnya di panggung dunia,” tutur Mgr. Aloysius.
Persiapan Matang
Dalam pertemuan tersebut, agenda utama yang telah disepakati meliputi:
1. Pembentukan Struktur Panitia pelaksana.
2. Pembentukan Tim Seleksi untuk kurasi karya ukiran dan anyaman.
3. Penetapan Manajemen Event guna memastikan alur festival berjalan profesional.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah dan pihak gereja, Festival Asmat Pokman ke-38 diharapkan tetap menjadi magnet pariwisata yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif di tengah tantangan anggaran yang ada.(Redaksi)








