JAYAPURA, PL– Kemeriahan luar biasa menyelimuti penutupan Turnamen Bola Volly Pemuda Heram Cup I tahun 2026 yang digelar di Lapangan Voli Universitas Cenderawasih (Uncen), Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat (1/05/2026). Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini menjadi instrumen penting untuk memulihkan citra wilayah Waena dan sekitarnya dari stigma negatif sebagai “daerah merah” yang kerap melekat selama ini.
Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya kedamaian dan sportivitas olaraga voli dalam rangka memperingati kembalinya Papua ke pangkuan NKRI pada 1 Mei 1963.
Pertandingan final yang dihadiri ratusan penonton ini menjadi bukti nyata bahwa semangat sportivitas mampu menjadi perekat persatuan di tengah jantung intelektual Papua.
Menghapus Stigma ‘Daerah Merah’ Melalui Sportivitas.

Selama ini, wilayah Waena atau Distrik Heram sering kali mendapat sorotan sebagai zona rawan atau “daerah merah” akibat berbagai dinamika keamanan. Namun, pelaksanaan turnamen ini berhasil membuktikan sisi lain dari masyarakat Heram yang cinta damai dan haus akan prestasi. Kepala Distrik Heram, Luis Hendrik Membri, menegaskan bahwa ini adalah langkah awal untuk mengembalikan marwah wilayahnya.
“Distrik Heram selalu dinilai sangat negatif, tapi ini merupakan titik awal tolak untuk kita tetap bergerak maju, membangun, bersatu untuk Kota Jayapura yang lebih baik,” tegas Luis Hendrik Membri.
Beliau menambahkan bahwa melalui kegiatan seperti ini, stigma negatif perlahan akan terkikis dan digantikan dengan pengakuan atas potensi besar yang dimiliki pemuda setempat.
Restorasi Waena sebagai Kawasan Studi dan Edukasi.

Turnamen yang dilaksanakan di area kampus Uncen ini secara simbolis mengingatkan publik akan status vital Distrik Heram sebagai daerah studi. Keberadaan kampus tertua di Papua serta berbagai lokasi perumahan padat penduduk menjadikan wilayah ini sebagai rumah bagi ribuan intelektual muda. Panitia pelaksana menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah ini agar fungsi utamanya sebagai pusat pendidikan tetap terjaga.
Kadispora Kota Jayapura, Boby J.A. Awi, yang mewakili Walikota, memberikan apresiasi tinggi karena event olahraga dianggap sebagai instrumen paling efektif untuk menjaga stabilitas kawasan vital.
“Dengan adanya event-event olahraga seperti ini, bisa meminimalisir segala tindak kejahatan di Kota Jayapura, karena semua fokus dan tenaga akan terfokus pada event olahraga,” ujar Boby J.A. Awi.
Semangat pemuda Heram melalui turnamen voli ini juga membawa misi besar untuk menghidupkan kembali fungsi historis kawasan Waena sebagai lokasi expo dan pameran. Pada era tahun 90-an, kawasan ini dikenal sebagai pusat pameran tahunan Provinsi Irian Jaya yang menjadi magnet bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan kehadiran lokasi-lokasi vital dan kekayaan budaya di wilayah Distrik Heram, masyarakat berharap kesuksesan event olahraga ini memicu kembalinya kegiatan-kegiatan berskala besar yang dapat mengangkat perekonomian dan interaksi sosial masyarakat tanpa memandang perbedaan.

Keberlanjutan di Tahun Depan: Pemuda Heram Cup II
Antusiasme peserta yang mencapai 23 tim putra dan 16 tim putri menjadi alasan kuat bagi panitia untuk menjadikan turnamen ini sebagai agenda rutin. Paulinus Ohe, SH. memastikan bahwa keberhasilan edisi perdana ini akan dilanjutkan dengan perencanaan yang lebih matang untuk tahun depan.
“Kegiatan kita ini nantinya akan kita laksanakan di tahun berikutnya yaitu Open Pemuda Heram Cup II. Tujuannya untuk terus menggali bibit-bibit atlet voli generasi berikutnya,” ungkap Paulinus Ohe, SH.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 19.00 WIT dalam keadaan aman dan kondusif. Marwah Distrik Heram kini mulai pulih; dari bayang-bayang daerah merah menuju kawasan prestasi, studi, dan pusat budaya yang membanggakan di Kota Jayapura Provinsi Papua.(Redaksi)








