TIMIKA, PL– Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), John NR Gobai, melakukan kunjungan kerja (Kunker) maraton di Kabupaten Mimika guna mencari solusi konkret atas terhentinya pelayanan kapal perintis di wilayah pesisir. Fokus utama kunjungan ini adalah mengaktifkan kembali akses transportasi laut menuju Dermaga Sipu-Sipu, Distrik Jita, yang saat ini mengalami kendala teknis operasional.
Meskipun Kementerian Perhubungan telah menyetujui pelayanan kapal perintis untuk Distrik Jita sejak tahun 2024 dan mulai beroperasi pada awal 2025, layanan ini sempat mandeg akibat masalah klasik di wilayah muara, yakni pendangkalan jalur pelayaran.
Dalam rangkaian Kunker tersebut, John NR Gobai melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Setelah sebelumnya bertemu dengan pihak VP Environmental PT Freeport Indonesia (PTFI), agenda dilanjutkan dengan pertemuan strategis bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika yang dipimpin langsung oleh Ibu Kadis Perhubungan.
“Kami berkoordinasi untuk bersama-sama mencari solusi agar pelayanan kapal perintis ke Distrik Jita dapat beroperasi kembali dalam waktu dekat. Ini adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Gobai.
Berdasarkan evaluasi di lapangan, trayek yang melayani rute Agats – Sipu-Sipu/Jita – Pomako – Sipu-Sipu/Jita – Agats menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara (Sanus) menghadapi tantangan alam yang berat. Untuk menjamin kelancaran dan keselamatan pelayaran, diperlukan intervensi infrastruktur yang komprehensif, antara lain:
* Pengerukan Alur: Melakukan pengerukan sungai di titik-titik pendangkalan untuk menciptakan alur pelayaran yang aman bagi kapal bertonase besar.
* Fasilitas Dermaga: Perbaikan dan optimalisasi kolam pelabuhan serta fasilitas sandar di Dermaga Sipu-Sipu.
* Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP): Pemasangan lampu-lampu rambu di muara sungai sebagai penanda krusial agar kapal dapat masuk dan keluar Jita dengan aman, terutama saat malam hari atau cuaca buruk.
John NR Gobai menekankan bahwa kembalinya layanan kapal perintis bukan sekadar masalah transportasi, melainkan urat nadi pelayanan publik dan ekonomi kerakyatan. Dengan adanya transportasi yang rutin dan terjadwal, diharapkan akan memberikan dampak positif yang luas:
1. Peningkatan Pelayanan Publik: Kehadiran kapal perintis akan memastikan para Guru, Mantri (Tenaga Kesehatan), dan staf distrik dapat tetap berada di tempat tugas untuk menjalankan program pemerintah.
2. Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Masyarakat lokal dapat dengan mudah membawa hasil bumi dan tangkapan laut ke kota untuk dijual, sehingga meningkatkan daya beli keluarga.
3. Ketahanan Pangan dan Logistik: Memudahkan warga membawa bahan pokok (bapok) dan kebutuhan hidup dari kota menuju kampung-kampung di Distrik Jita dan sekitarnya.
“Saya mengharapkan dengan trayek kapal perintis ini, pelayanan dasar di distrik-distrik dapat berjalan maksimal. Masyarakat bisa menjual hasil keringat mereka ke kota dan kembali ke kampung dengan membawa bekal untuk keberlangsungan hidup mereka,” pungkasnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang terus memberikan dukungan demi kelancaran pelayanan Kapal Perintis dari dan ke Dermaga Sipu-Sipu, demi mewujudkan konektivitas yang inklusif di Kabupaten Mimika.(Redaksi)








