SENTANI, PL– Sinar matahari di Sentani siang itu seolah kalah terang dengan binar mata anak-anak di Panti Asuhan Holei Roo. Senin (21/4/2026), suasana panti yang biasanya tenang berubah menjadi riuh rendah oleh tawa dan tepuk tangan. Bukan sekadar perayaan biasa, hari itu mereka sedang menjemput semangat Raden Ajeng Kartini melalui cara yang paling murni: kegembiraan.
Di salah satu sudut, jemari kecil tampak tekun menggoreskan krayon, menghidupkan sketsa wajah Kartini dengan warna-warna berani. Di sudut lain, “panggung” sederhana disulap menjadi lintasan fashion show. Dengan pakaian adat yang dipakai dengan bangga, anak-anak ini berjalan tegak, memamerkan senyum penuh percaya diri yang mungkin jarang mereka tunjukkan di hari-hari biasa.

Bagi mereka, lomba ini bukan soal siapa yang paling cepat atau siapa yang paling bagus. Membaca nyaring cerita perdamaian hingga melantunkan lagu “Ibu Kita Kartini” adalah cara mereka membuktikan bahwa atar belakang bukanlah penghalang untuk memiliki mimpi setinggi langit.
Pdt. Naomi Pulanda, Ketua Yayasan Holei Roo, menatap haru ke arah anak-anak asuhnya. Baginya, kegiatan ini adalah investasi jiwa.
“Kami ingin mereka tahu bahwa Kartini bukan sekadar gambar di buku sejarah. Kartini adalah keberanian untuk belajar dan bermimpi. Di sini, kami menanamkan bahwa mereka punya hak yang sama untuk sukses dan berkarya, apa pun keadaan mereka hari ini,” tuturnya dengan nada lembut namun penuh penekanan.
Kemeriahan semakin memuncak saat tarian daerah dibawakan. Gerakan kaki yang lincah dan nyanyian yang harmonis menjadi bukti bahwa di balik tembok panti, ada talenta-talenta luar biasa yang tengah tumbuh.
Saat pengumuman juara tiba, hadiah yang dibagikan memang sederhana. Namun, melihat cara mereka memeluk piala plastik atau sekantong alat tulis dengan wajah berseri, siapa pun tahu bahwa yang mereka dapatkan jauh lebih berharga: pengakuan dan rasa percaya diri.
Hari itu, Panti Asuhan Holei Roo tidak hanya memperingati sejarah. Mereka sedang menciptakan sejarah mereka sendiri—memastikan bahwa api perjuangan Kartini tetap menyala di hati anak-anak yang kelak akan menjadi penerus bangsa.(Nesta)








