

PUNCAK, PL— Suasana khidmat menyelimuti Gereja Santa Elisabeth di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Sabtu (4/4/26). Di tengah udara pegunungan Papua Tengah yang dingin, umat Katolik menjalankan Ibadah Paskah dengan tenang. Kehangatan ini makin terasa dengan kehadiran personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz-2026 yang berjaga dengan penuh keramahan.
Bukan sekadar prosedur keamanan, kehadiran para personel di lapangan lebih mengedepankan sisi humanis. Sapa, senyum, dan tegur sapa hangat menjadi jembatan yang menghubungkan aparat dengan masyarakat Sinak, menciptakan rasa aman yang datang dari hati, bukan sekadar dari pengawasan fisik.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa menjamin kebebasan beribadah adalah prioritas utama untuk menjaga stabilitas di tanah Papua.
“Polri berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan setiap warga dapat beribadah dengan tenang dan merayakan hari suci mereka tanpa rasa khawatir,” ungkapnya.
Senada dengan hal itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kunci dari keamanan yang berkelanjutan adalah hubungan baik dengan warga.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri adalah bagian dari mereka, yang hadir untuk melindungi dan melayani dengan tulus,” kata Kombes Pol. Adarma.
Dampak Positif di Lapangan:
* Ketenangan Ibadah: Umat dapat menjalankan prosesi Paskah secara khusyuk tanpa gangguan.
* Respons Positif: Warga menyambut baik kehadiran personel yang tidak kaku dan mudah berbaur.
* Stabilitas Wilayah: Keamanan di Distrik Sinak tetap terjaga kondusif melalui sinergi antara aparat dan tokoh masyarakat setempat.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Operasi Damai Cartenz-2026 tidak hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang merawat perdamaian dan kerukunan umat beragama di Bumi Cendrawasih.



Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa menjamin kebebasan beribadah adalah prioritas utama untuk menjaga stabilitas di tanah Papua.






