
JAYAPURA, PL– Suasana istirahat di SMP Negeri 1 Jayapura kini terasa berbeda. Bukan lagi sekadar riuh rendah suara siswa yang berhamburan ke kantin, melainkan ada pancaran antusiasme di ruang-ruang kelas saat kotak makanan bergizi mulai dibagikan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memasuki hari ketiga dan membawa cerita hangat dari para siswa serta guru.
Antusiasme yang Tak Terbendung
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus Ketua Tim MBG di sekolah, Arpa Ayeri, S.Pd., M.Pd., mengisahkan betapa program ini telah dinanti-nanti oleh para anak didiknya. Bahkan sebelum program resmi berjalan, pertanyaan “Ibu guru, kapan kami dapat MBG?” kerap terdengar di koridor sekolah.
“Pas kemarin hari Kamis makanan datang, mereka sangat senang. Saat kami tanya bagaimana rasanya, mereka kompak menjawab, ‘Ibu guru, enak sekali!'” ungkap Arpa dengan nada bangga.
Gizi yang Terukur untuk 1.150 Siswa
Bagi Arpa, program ini bukan sekadar memberikan makanan yang lezat, tetapi tentang pemenuhan standar kesehatan. Sebagai seorang ibu, ia memahami bahwa lidah anak-anak mungkin terbiasa dengan rasa yang kuat, namun ia terus memberikan pemahaman bahwa menu yang mereka santap adalah hasil takaran para ahli gizi.
“Ini namanya makanan bergizi, bukan sekadar makanan enak seperti di restoran. Takaran gizinya sudah diatur,” jelasnya.
Saat ini, sebanyak 1.150 siswa di SMP Negeri 1 Jayapura mendapatkan manfaat dari program ini. Meskipun tingkat kehadiran sempat berada di angka 80% karena suasana libur Natal dan Tahun Baru, kini kehadiran siswa telah kembali maksimal 100%, salah satunya berkat daya tarik program MBG ini.
Richard dan Harapan Siswa Lainnya
Richard Korwa, siswa kelas 7C, menjadi salah satu wajah bahagia di antara ribuan siswa lainnya. Baginya, kehadiran menu ayam yang lezat memberikan semangat tersendiri untuk belajar. Richard mewakili banyak teman-temannya yang seringkali tidak sempat sarapan di rumah karena berbagai alasan.
“MBG ini enak dan sangat penting buat kita yang jarang sarapan. Kami sangat berterima kasih,” ucap Richard tulus.
Evaluasi Demi Pelayanan Terbaik
Pihak sekolah dan SPPG Bayangkara Polda terus berkoordinasi untuk menyempurnakan program ini. Arpa menyarankan agar waktu pengiriman makanan bisa lebih mendekati jam makan siang siswa (sekitar pukul 13.00 WIT) guna menjaga kesegaran dan kualitas makanan.
Meski sempat ada kendala kecil seperti kekurangan lauk pada beberapa porsi karena jumlah siswa yang sangat banyak, pihak sekolah langsung melaporkannya untuk perbaikan ke depan. Semangatnya tetap satu: memastikan setiap anak mendapatkan hak gizi mereka demi masa depan yang lebih cerah di tanah Papua.(Redaksi)









