NABIRE, PL– Kesejahteraan nelayan Orang Asli Papua (OAP) di pesisir Papua Tengah kini menemui titik terang. Program Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menjadi jawaban atas aspirasi panjang yang diperjuangkan oleh Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai.
Gagasan ini bukanlah hal baru bagi Gobai. Sejak menjabat sebagai Anggota DPR Papua pada tahun 2023, ia telah terinspirasi dari penataan Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta, dan berusaha mendorong konsep serupa untuk diterapkan di Mimika dan Nabire.
John NR Gobai mengungkapkan bahwa perjuangan ini sempat menemui jalan terjal. Meski sempat mendapat lampu hijau dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua dan kementerian terkait pada 2024, dukungan dari pemerintah kabupaten/kota saat itu dinilai masih minim.
“Waktu itu dukungan dari pemerintah kabupaten/kota belum jelas, boleh dikatakan mereka cenderung cuek dengan pemikiran tersebut,” ujar Gobai mengenang upayanya di masa lalu.
Namun, angin segar berhembus seiring dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Gobai bergerak cepat dengan menemui jajaran Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta guna memastikan Papua Tengah mendapat porsi yang signifikan dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Saat ini, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mulai terlihat solid. Bersama tim dari KKP dan didampingi rekan dewan, Stela Misiro, serta dukungan masyarakat adat, survei lokasi telah dilakukan di beberapa titik strategis di Nabire, di antaranya:
* Wilayah Pesisir Barat: Wanggar Pantai.
* Distrik Yaur: Kampung Sima.
* Distrik Makimi: Kampung Nifasi.
Ada momen menarik saat tim melakukan survei di Distrik Kepulauan Moora. John NR Gobai yang didampingi Kepala Suku Distrik Moora, Bapak Donatus Sembor, dibuat takjub oleh potensi wisata bahari di gugusan pulau yang kerap disebut sebagai “Pulau Harlem” (Pulau Moor, Arui, Mambor, dan Hariti).
Saat melintasi selat antara Pulau Mambor dan Pulau Hariti, rombongan disambut oleh atraksi alam kawanan ikan lumba-lumba yang berenang mengiringi perahu mereka.
“Sebuah pengalaman menakjubkan. Selama ini saya hanya dengar cerita, tapi kemarin saya saksikan sendiri rombongan lumba-lumba mengantar kami. Ternyata benar, kawasan ini memiliki potensi diving dan wisata yang luar biasa, seperti yang dulu dikembangkan di Pulau Ahe,” ungkapnya antusias.
Bagi John NR Gobai, program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan upaya mengangkat derajat ekonomi masyarakat pesisir Papua Tengah yang mayoritas menggantungkan hidup pada hasil laut.
“Bentangan pesisir di Nabire dan Mimika ini sangat panjang. Ini adalah impian lama saya yang akhirnya dijawab melalui program Presiden Prabowo. Semoga ini menjadi awal kesejahteraan bagi nelayan asli Papua,” tutupnya.(Redaksi)








