
JAYAPURA, PL – Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan vokasi sebagai kunci kemajuan daerah. Hal ini disampaikannya saat memimpin upacara bendera di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Jayapura, Mandala, Distrik Jayapura Utara, Senin (12/1/26).
Dalam arahannya, Aryoko menyoroti potensi besar SMKN 1 Jayapura untuk bertransformasi menjadi barometer pendidikan pariwisata di Bumi Cenderawasih. Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Papua yang berkelas dunia membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan kompeten.
“Sekolah ini harus menjadi kebanggaan Papua. SMKN 1 Jayapura perlu diarahkan sebagai sekolah pariwisata unggulan yang tidak hanya mencetak lulusan terampil, tetapi juga berkarakter, beretika, dan siap bekerja,” ujar Aryoko di hadapan ratusan siswa dan dewan guru.
Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas
Selain visi akademis, Wagub Aryoko memberikan atensi khusus pada aspek manajerial sekolah. Ia mengingatkan kepala sekolah dan jajaran manajemen bahwa kualitas pendidikan berbanding lurus dengan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Perhatikan guru-guru dan staf sekolah. Mereka adalah ujung tombak pendidikan. Jika guru dan staf bekerja dengan nyaman dan penuh dedikasi, maka mutu pendidikan pasti terjaga,” tegasnya.
Motivasi Siswa dan Dukungan Gizi
Kepada para siswa, Wagub Aryoko juga memberikan motivasi agar tetap disiplin dan tidak mudah menyerah. Ia menekankan bahwa jalur vokasi adalah langkah strategis untuk memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
“Kalian adalah generasi masa depan Papua. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bangun mimpi setinggi mungkin. Dunia kerja membutuhkan anak-anak muda Papua yang terampil dan percaya diri,” tambahnya.
Menutup arahannya, Aryoko menyambut positif masuknya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke lingkungan sekolah. Ia menilai program ini fundamental untuk menjamin kesehatan fisik dan daya tangkap siswa dalam belajar.
“Program MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi menjadi jaminan gizi dan kesehatan bagi siswa. Anak-anak yang sehat akan lebih fokus belajar dan memiliki prestasi yang lebih baik,” pungkasnya, seraya meminta pihak sekolah mengelola program tersebut secara transparan. (Redaksi)









