
JAYAPURA, PL– Di tengah hiruk-pikuk Kota Jayapura, sebuah revolusi sunyi sedang terjadi di dalam dinding dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Papua. Di sana, tidak hanya terdengar denting peralatan masak, tetapi juga detak jantung kepedulian yang berdenyut kencang demi masa depan Bumi Cenderawasih.
Bagi Kepolisian Daerah Papua, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar rutinitas pembagian ransum. Ini adalah operasi kemanusiaan strategis. Di bawah komando Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.A.P., SPPG telah bertransformasi menjadi pusat keunggulan operasional (operational excellence) yang memadukan teknologi pangan mutakhir dengan ketulusan hati.
Melampaui Standar Nasional: Sebuah Terobosan Operasional
Polda Papua menyadari bahwa untuk mencetak “Generasi Emas”, tidak ada ruang untuk kata “sekadarnya”. Kualitas asupan gizi anak-anak Papua adalah pertaruhan masa depan yang serius. Oleh karena itu, standar yang diterapkan di dapur SPPG kini telah ditingkatkan secara drastis.
Kombes Pol. Jermias Rontini memastikan bahwa institusinya menerapkan standar keamanan pangan dan teknologi dapur yang melampaui prosedur standar nasional. Dapur SPPG kini beroperasi layaknya laboratorium gizi yang presisi.
“Kami memperkuat keunggulan operasional SPPG guna memastikan kesuksesan program ini. Mulai dari sterilisasi bahan, pengaturan suhu pengolahan, hingga teknologi pengemasan, semua diatur dengan protokol ketat yang bahkan melampaui standar rata-rata dapur umum nasional,” tegasnya. Tim Biddokkes Polda Papua pun disiagakan sebagai “penjaga gawang” kualitas, memastikan setiap kalori dan nutrisi yang disajikan aman dan tepat sasaran.
Eksklusif kepada PapuaLink: “Investasi untuk Generasi Emas”
Dalam keterangannya secara khusus kepada PapuaLink, Senin (12/01/2026), Kombes Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.A.P., menekankan visi besar di balik keseriusan operasional tersebut. Ia mengakui bahwa program ini memiliki dampak fundamental bagi sumber daya manusia Papua.
“Saya tegaskan bahwa program ini sangatlah membantu anak-anak Papua sebagai Generasi Emas Papua ke depan. Ini adalah fondasi mereka. Jika kita ingin melihat Papua yang maju 10 atau 20 tahun lagi, kita harus memastikan anak-anak kita hari ini tumbuh sehat dan cerdas. Itulah mengapa kami di Polda Papua tidak main-main dalam menyiapkan gizi mereka,” ungkap Kombes Pol. Jermias kepada PapuaLink.co
Sinergi Harmonis: Teknologi Polri, Sentuhan Bhayangkari
Namun, teknologi secanggih apa pun tidak akan lengkap tanpa sentuhan manusiawi. Di sinilah peran vital Bhayangkari Daerah Papua mengisi ruang tersebut. Jika Polri menyiapkan infrastruktur dan standar keamanannya, maka Bhayangkari hadir memberikan “jiwa” pada setiap masakan.
Para istri anggota Polri ini terlibat aktif dalam memantau cita rasa dan variasi menu. Mereka memastikan makanan yang tersaji tidak hanya sehat secara medis, tetapi juga homy—terasa seperti masakan ibu di rumah yang penuh kasih sayang. Kolaborasi ini menciptakan keseimbangan sempurna: higienitas tinggi ala rumah sakit, namun dengan kelezatan ala dapur keluarga.
Potret Kebahagiaan di SMP Negeri 1 Jayapura
Dampak dari “mesin gizi” yang dijalankan Polda Papua ini terlihat nyata di lapangan. Salah satu titik distribusi, SMP Negeri 1 Jayapura, menjadi saksi keceriaan ribuan siswa saat jam makan siang tiba.
Sejak mulai dilayani pada 8 Januari 2026, sebanyak 1.156 siswa di sekolah tersebut telah merasakan manfaatnya. Joyce Capelle, Wakil Kepala Seksi Humas sekaligus Wakasek Kesiswaan SMP Negeri 1 Jayapura, memberikan kesaksian atas profesionalisme program ini.
“Kami sangat mengapresiasi SPPG Polda Papua. Pelaksanaannya sangat disiplin, tepat waktu, dan menunya luar biasa. Anak-anak makan dengan lahap, dan kami para guru turut bahagia karena gizi yang baik tentu akan meningkatkan konsentrasi belajar mereka,” ujar Joyce.
Memperluas Jejak Kebaikan
Hingga pertengahan Januari 2026, SPPG Polda Papua telah melayani 15 sekolah di wilayah Kota Jayapura dengan total penerima manfaat mencapai 3.058 siswa. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari ribuan harapan yang sedang dirawat.
Melalui perluasan layanan yang terus dilakukan, Polda Papua membuktikan bahwa tugas kepolisian modern tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang human security menjaga keamanan masa depan warganya melalui pemenuhan gizi.
Dari dapur berteknologi tinggi SPPG, setiap kotak makanan yang keluar adalah pesan cinta yang nyata: Bahwa Polri dan Bhayangkari hadir, berdiri di samping anak-anak Papua, mengawal mereka melangkah gagah menuju masa depan yang gemilang.(Redaksi)









