TOLIKARA, PL– Menanggapi eskalasi situasi pasca insiden penyerangan terhadap personel Polsek Bokondini yang terjadi Selasa (14/4), Kepolisian Resor (Polres) Tolikara secara resmi menerima bantuan kendali operasi (BKO) dari Satuan Brimob Wamena. Puluhan personel taktis diterjunkan guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah Distrik Bokondini kembali kondusif.
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan personel dari Brimob Kompi IV Wamena tiba di Mako Polsek Bokondini pada Rabu (15/4/26) malam, antara pukul 18.08 hingga 19.05 WIT. Kedatangan pasukan ini disambut langsung oleh Kapolres Tolikara, Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H.
Kapolres Tolikara menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk gerak cepat kepolisian atas arahan Kapolda Papua guna mengantisipasi gejolak susulan. Fokus utama saat ini adalah mengawal proses mediasi dengan pihak keluarga korban yang dijadwalkan berlangsung esok hari.
“Kami telah berkoordinasi dengan Bapak Kapolda Papua untuk meminta dukungan Brimob dalam memback-up situasi di Bokondini. Harapan kami, kegiatan mediasi dengan keluarga korban besok dapat berjalan aman dan damai,” ujar Kompol Roberth Hitipeuw
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden berdarah tersebut. Berikut adalah poin-poin terkini terkait penanganan kasus:
Autopsi Korban: Jenazah korban meninggal dunia saat ini berada di RSUD Wamena untuk proses autopsi. Laporan awal menunjukkan korban terkena amunisi saat bentrokan terjadi.
Pemeriksaan Internal:Personel Polsek Bokondini yang terlibat dalam insiden penembakan akan segera menjalani pemeriksaan intensif di Polda Papua, Jayapura.
Wakil Komandan Kompi Brimob Wamena, IPTU Frengklin Metanila, menegaskan bahwa pasukannya siap melakukan tindakan tegas namun terukur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Kami usulkan adanya sistem barikade untuk membatasi massa guna menghindari eskalasi. Jika situasi meningkat, kami akan melakukan penghalauan sesuai prosedur yang berlaku,” tegas IPTU Frengklin.
Rangkaian penyambutan pasukan ditutup dengan apel konsolidasi yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Tolikara, AKP Fransiskus Taborat. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi terpadu antara personel Polres dan Brimob agar tidak terjadi miskomunikasi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Mako Polsek Bokondini dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Aparat gabungan kini dalam status siaga penuh untuk mengawal jalannya mediasi yang dianggap krusial demi meredam potensi konflik lanjutan di wilayah Papua Pegunungan tersebut.(Ardi)








