PEGUNUNGAN BINTANG, PL– Penangkapan dua anggota KKB Kodap XXXV Bintang Timur, E.K. (22) dan R.S. (23), oleh Satgas Damai Cartenz-2026 mengungkap sederet aksi kekerasan yang selama ini meresahkan warga di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Berdasarkan data resmi kepolisian, berikut adalah rincian kasus dan rekam jejak kriminal kedua pelaku:
E.K. merupakan salah satu figur yang paling dicari sejak tahun 2022. Ia diduga kuat terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata, di antaranya:
* Pembunuhan Berencana 3 Tukang Ojek (5 Desember 2022): E.K. terlibat langsung dalam aksi penyerangan di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, yang menewaskan tiga warga sipil yang berprofesi sebagai tukang ojek. Kasus ini menjadi atensi nasional berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/31/XII/2022.
* Rentetan Teror Januari 2023: Dalam kurun waktu satu minggu, E.K. terlibat dalam aksi penembakan dan pembakaran fasilitas umum (fasum) di Distrik Serambakon secara beruntun pada tanggal 7, 9, 11, 12, dan 14 Januari 2023.
* Penyerangan Pos Keamanan (27 Mei 2025): Pelaku tercatat ikut serta dalam aksi penyerangan bersenjata terhadap Pos Satgas Rajawali di Kampung Mimin, Distrik Oksop, yang membahayakan nyawa aparat keamanan.
Berbeda dengan E.K., R.S. memiliki latar belakang kriminal umum sebelum akhirnya bergabung dengan kelompok bersenjata:
* Residivis Kasus Pencurian: R.S. adalah mantan narapidana kasus pencurian ponsel di Jalan Yapimakot pada September 2020. Ia pernah divonis dua tahun penjara oleh pengadilan pada Januari 2021.
* Keterlibatan Penyerangan Pos Satgas (27 Mei 2025): Setelah bebas, R.S. diduga bergabung dengan KKB Kodap XXXV Bintang Timur dan terlibat dalam penyerangan Pos Satgas Rajawali di Distrik Oksop bersama tersangka E.K.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa penangkapan yang dilakukan di Jalan Kabiding, Distrik Oksibil pada Minggu (19/4/26) malam merupakan hasil pengintaian yang panjang.

“Kedua pelaku memiliki peran strategis dalam jaringan KKB Bintang Timur. E.K. sebagai eksekutor dalam daftar DPO kami, sementara R.S. terlibat aktif dalam penyerangan terhadap pos aparat,” jelas Yusuf.
Saat ini, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Pegunungan Bintang. Aparat tengah mendalami keterkaitan mereka dengan jaringan pemasok senjata serta rencana aksi teror lainnya di wilayah Papua Pegunungan.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penegakan hukum tidak akan berhenti sampai situasi benar-benar kondusif. “Kami akan terus mengejar anggota kelompok lain yang namanya muncul dalam pemeriksaan ini akibat ulah dari mereka sendiri,” tegasnya.(Redaksi)








