

SENTANI, PL– Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius Derek Fakhiri, menegaskan bahwa para alumni SMP YPPK Santo Thomas Wamena memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan terobosan nyata dalam membangun Tanah Papua yang lebih maju dan sejahtera.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Fakhiri saat menghadiri momentum Retret, Paskah, dan Pra Musyawarah Besar (Mubes) Alumni SMP YPPK Santo Thomas Wamena yang diselenggarakan di Dosai, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (11/4/26).
Dalam arahannya, Gubernur Fakhiri berbagi refleksi mengenai masa-masa pendidikannya. Ia menekankan bahwa meskipun dulu menempuh pendidikan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas, hal tersebut justru membentuk pribadi-pribadi tangguh yang kini memegang peran strategis di Papua.
“Banyak dari kita yang sekolah dengan fasilitas terbatas, tetapi hari ini justru menjadi orang-orang yang mengambil peran penting dalam pembangunan Papua,” ujar Gubernur Fakhiri di hadapan para alumni.
Ia juga mengakui bahwa nilai-nilai pendidikan di SMP YPPK Santo Thomas Wamena merupakan fondasi penting yang membentuk karakter kepemimpinannya hingga dipercaya menjabat sebagai orang nomor satu di Provinsi Papua.
Guna memperkuat peran alumni ke depan, Gubernur Fakhiri menekankan empat poin penting:
1. Penguatan Visi: Menjaga kebersamaan alumni agar tetap solid dalam satu tujuan membangun daerah.
2. Kapasitas Organisasi: Menjadikan wadah alumni sebagai organisasi yang profesional dan berdaya saing.
3. Kolaborasi:Membangun jejaring yang kuat dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
4. Kontribusi Almamater: Memberikan dampak nyata bagi sekolah asal dan menjadi mentor bagi generasi muda Papua.
Gubernur berharap organisasi alumni tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi mampu menjadi penggerak perubahan (agent of change), khususnya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua.
“Saya optimistis, dengan semangat kebersamaan dan inovasi, para alumni dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial,” pungkasnya.(Redaksi)









