JAYAPURA, PL– Mengawali babak baru dalam akselerasi pembangunan daerah, Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, resmi memulai rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker) maraton ke enam kabupaten di wilayah Provinsi Papua. Dimulai pada hari ini, Kamis (14/5/2026), rombongan besar Pemerintah Provinsi Papua bertolak dari Gedung Negara Dok V Jayapura tepat pukul 08.00 WIT untuk menyisir wilayah utara hingga kepulauan Papua.
Kunjungan yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari hingga 26 Mei 2026 ini tercatat sebagai momentum bersejarah. Untuk pertama kalinya, pucuk pimpinan tertinggi di Provinsi Papua melakukan mobilisasi lintas wilayah dengan mengombinasikan jalur darat, laut, dan udara secara berkesinambungan guna memastikan kehadiran negara di titik-titik tersulit sekalipun.
Misi “Papua Cerah”: Dari Darat hingga Samudera
Rute kunjungan kerja ini dirancang secara strategis untuk menjangkau wilayah pesisir dan kepulauan. Adapun enam kabupaten yang menjadi sasaran utama meliputi:
- Kabupaten Sarmi (Pintu masuk melalui jalur darat)
- Kabupaten Mamberamo Raya
- Kabupaten Waropen
- Kabupaten Kepulauan Yapen
- Kabupaten Supiori
- Kabupaten Biak Numfor
Setelah menyelesaikan agenda di Kabupaten Sarmi melalui akses darat dari Jayapura, Gubernur beserta rombongan dijadwalkan beralih ke moda transportasi laut untuk menembus wilayah perairan menuju Mamberamo Raya dan sekitarnya.
Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus, menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar perjalanan dinas biasa.
”Gubernur ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi deretan angka di atas kertas laporan, tetapi merupakan realitas yang menyentuh nadi kehidupan masyarakat di kampung-kampung,” ujar Rifai.
Evaluasi Lapangan dan Konsolidasi OPD
Selama perjalanan, Gubernur membawa serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Instruksi Gubernur sangat tegas: setiap instansi harus mampu menjelaskan fokus kerja, capaian target, serta langkah konkret yang diambil sesuai dengan visi besar “Papua Cerah“.
Agenda utama di setiap kabupaten mencakup:
Evaluasi Kinerja: Meninjau langsung efektivitas program provinsi yang dijalankan di daerah.
Konsolidasi Program: Menyelaraskan arah kebijakan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar tidak terjadi tumpang tindih.
Serap Aspirasi: Membuka ruang dialog terbuka dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat lokal guna mendengar kendala nyata di lapangan.
Pemerintahan Tetap Berjalan Stabil
Meski Gubernur memimpin langsung operasi lapangan ini, publik diminta tidak khawatir mengenai pelayanan di ibu kota provinsi. Roda pemerintahan di Kantor Gubernur Papua dipastikan tetap berjalan normal di bawah kendali dan koordinasi Wakil Gubernur Papua.
Sistem koordinasi berbasis digital dan komunikasi intensif tetap terjalin antara Gubernur di lapangan dengan jajaran birokrasi di Jayapura. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pemerintahan telah siap dalam mendukung mobilitas pimpinan tanpa mengabaikan pelayanan publik rutin.
Komitmen Membangun dengan Hati
Dalam pernyataannya, Gubernur Matius D. Fakhiri menekankan pentingnya keberpihakan kepada rakyat. Ia percaya bahwa kebijakan yang efektif lahir dari pemahaman mendalam terhadap kondisi geografis dan sosiologis masyarakat Papua.
”Pemerintah Provinsi Papua percaya bahwa pembangunan yang baik bukan hanya dibangun dari balik meja, tetapi harus hadir, melihat, mendengar, dan bekerja bersama rakyat secara langsung,” kutip naskah laporan tersebut.
Kunjungan ini diharapkan menjadi stimulus bagi percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di wilayah utara Papua. Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif agar agenda besar ini dapat berjalan sukses demi kesejahteraan seluruh anak negeri di Tanah Papua. (Redaksi)








