• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
Papualink.co - Link Berita Papua
ADVERTISEMENT
  • HOME
  • ASMAT
  • PEMPROV PAPUA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • HUKRIM
  • EKONOMI
  • POTRET
  • PENKES
  • RAGAM
  • VIDEO
  • PERISTIWA
  • POLITIK
No Result
View All Result
  • HOME
  • ASMAT
  • PEMPROV PAPUA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • HUKRIM
  • EKONOMI
  • POTRET
  • PENKES
  • RAGAM
  • VIDEO
  • PERISTIWA
  • POLITIK
No Result
View All Result
Papualink.co - Link Berita Papua
No Result
View All Result
  • HOME
  • ASMAT
  • PEMPROV PAPUA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • HUKRIM
  • EKONOMI
  • POTRET
  • PENKES
  • RAGAM
  • VIDEO
  • PERISTIWA
  • POLITIK
ADVERTISEMENT

Kasus Dugaan Tanda Tangan Palsu Honorer K2 Mamberamo Tengah Naik Sidik, Polda Papua Periksa Ratusan Nama

RHP: "1000 Persen Tanda Tangan Saya Dipalsukan"

Admin by Admin
14 Mei 2026
in BERITA UTAMA, HUKUM & KRIMINAL
0
Kasus Dugaan Tanda Tangan Palsu Honorer K2 Mamberamo Tengah Naik Sidik, Polda Papua Periksa Ratusan Nama

​JAYAPURA, PL– Kepolisian Daerah (Polda) Papua resmi meningkatkan status kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dalam proses pengangkatan tenaga honorer kategori K2 di Kabupaten Mamberamo Tengah periode 2015–2020 ke tahap penyidikan (sidik). Kasus ini mencuat setelah dilaporkan oleh Mantan Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP).

​Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, mengonfirmasi perkembangan tersebut saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolda Papua, Kamis kemarin (12/5/2026).

​Pemeriksaan Saksi dan Bupati Mamberamo Tengah

BacaJuga

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri Bersama Rombongan Memulai Tur Pembangunan ke Enam Kabupaten

Penyegaran Organisasi, Kapolres Jayapura Pimpin Sertijab Kasat Reskrim hingga Sejumlah Kapolsek

​Sejauh ini, penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci untuk mendalami dugaan maladministrasi dan pemalsuan dokumen negara tersebut.

​”Sudah pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk juga kami sudah mengambil keterangan dari Bupati Mamberamo Tengah, Yonas Kenelak,” ungkap Kombes Parasian.

​Berdasarkan hasil gelar perkara, pihak pelapor (RHP) menyatakan bahwa dari total 350 orang honorer yang diangkat pada tahun 2022, banyak nama yang diklaim tidak pernah diusulkan olehnya selama menjabat pada periode 2015–2020.

​Penyidik Telusuri 350 Nama Satu Per Satu

​Meski secara administratif dokumen yang dikirim ke Kemenpan-RB terlihat sinkron, penyidik kini fokus pada keabsahan daftar nama yang diusulkan. Tantangan muncul saat pelapor belum merinci secara spesifik nama mana saja yang dianggap fiktif dari total 350 orang tersebut.

​”Kami meminta Ham Pagawak menunjuk yang mana dari 350 orang itu, tetapi beliau belum bisa menyebutkan secara detail. Artinya, kami tim penyidik yang harus melakukan verifikasi faktual terhadap 350 nama tersebut satu per satu,” jelas Parasian.

​Terkait dugaan pemalsuan tanda tangan fisik, Polda Papua telah menyerahkan bukti surat ke Laboratorium Forensik (Labfor).

​”Nantinya hasil Labfor yang akan membuktikan secara ilmiah. Saat ini kami sedang menunggu hasilnya,” tambahnya.

​RHP: “1000 Persen Tanda Tangan Saya Dipalsukan”

​Di sisi lain, Ricky Ham Pagawak (RHP) menunjukkan sikap tegas. Saat disambangi penyidik di Lapas Kelas IIA Abepura pada Kamis (7/5/2026), RHP menyerahkan hampir 100 dokumen berupa Surat Keputusan (SK) dari tahun 2015 hingga 2020 sebagai bukti pembanding.

​RHP mengklaim temuan yang mengejutkan:

​Total Nama: 350 orang.

​Data Valid: Hanya 25 nama yang sesuai data asli.

​Diduga Fiktif: 325 nama diduga masuk secara ilegal.

​”Saya yakin bukan hanya 100 persen, tapi 1000 persen tanda tangan saya dipalsukan. Ini bukan praduga lagi, tapi sudah terbukti secara kasat mata bagi saya,” tegas RHP. Ia juga menduga adanya keterlibatan oknum pejabat daerah dalam praktik mafia honorer ini.

​Kendala Pemeriksaan Saksi Honorer

​Hingga saat ini, penyidik mengakui adanya kendala psikologis dari para saksi honorer yang diperiksa. Kebanyakan dari mereka mengaku tidak tahu-menahu soal proses administrasi tersebut.

​”Kebanyakan (honorer) mengatakan tidak tahu, karena pengakuan mereka pastinya akan berpengaruh pada status kepegawaian mereka saat ini,” pungkas Kombes Parasian.

​Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengumpulkan bukti hingga cukup kuat untuk menetapkan tersangka dalam kasus yang merugikan tatanan birokrasi di Mamberamo Tengah ini.(Redaksi)

Previous Post

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri Bersama Rombongan Memulai Tur Pembangunan ke Enam Kabupaten

Related Posts

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri Bersama Rombongan Memulai Tur Pembangunan ke Enam Kabupaten
BERITA UTAMA

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri Bersama Rombongan Memulai Tur Pembangunan ke Enam Kabupaten

14 Mei 2026
Penyegaran Organisasi, Kapolres Jayapura Pimpin Sertijab Kasat Reskrim hingga Sejumlah Kapolsek
BERITA UTAMA

Penyegaran Organisasi, Kapolres Jayapura Pimpin Sertijab Kasat Reskrim hingga Sejumlah Kapolsek

14 Mei 2026
Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Tidak Ada Pemotongan Dana Otsus Papua, Ada Penjelasan Terkait Papua Selatan
BERITA UTAMA

Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Tidak Ada Pemotongan Dana Otsus Papua, Ada Penjelasan Terkait Papua Selatan

13 Mei 2026
Damai Cartenz 2026: Pendidikan Papua Adalah Prioritas
BERITA UTAMA

Damai Cartenz 2026: Pendidikan Papua Adalah Prioritas

13 Mei 2026
Pemuda Katolik Komda Papua Sosialisasi Profil dan Program Kerja di Pertemuan Para Pastor Paroki Dekenat Jayapura
BERITA UTAMA

Pemuda Katolik Komda Papua Sosialisasi Profil dan Program Kerja di Pertemuan Para Pastor Paroki Dekenat Jayapura

13 Mei 2026
ADVERTISEMENT
Papualink.co - Link Berita Papua

Menjadi salah satu media profesional di Papua dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

KATEGORI UTAMA

  • ASMAT
  • BERITA UTAMA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • EKONOMI
  • HUKUM & KRIMINAL
  • Olahraga
  • Opini
  • PEMPROV PAPUA
  • PENDIDIKAN & KESEHATAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • POTRET
  • RAGAM
  • Uncategorized
  • VIDEO

Follow Us

BERITA TERBARU

Kasus Dugaan Tanda Tangan Palsu Honorer K2 Mamberamo Tengah Naik Sidik, Polda Papua Periksa Ratusan Nama

Kasus Dugaan Tanda Tangan Palsu Honorer K2 Mamberamo Tengah Naik Sidik, Polda Papua Periksa Ratusan Nama

14 Mei 2026
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri Bersama Rombongan Memulai Tur Pembangunan ke Enam Kabupaten

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri Bersama Rombongan Memulai Tur Pembangunan ke Enam Kabupaten

14 Mei 2026
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Pemberitaan

Copyright © 2024 www.papualink.id

No Result
View All Result
  • HOME
  • ASMAT
  • PEMPROV PAPUA
  • DAERAH
  • DPR PAPUA
  • HUKRIM
  • EKONOMI
  • POTRET
  • PENKES
  • RAGAM
  • VIDEO
  • PERISTIWA
  • POLITIK

Copyright © 2024 www.papualink.id