TOLIKARA, PL– Kepolisian Resor (Polres) Tolikara berhasil mengamankan kembali satu pucuk senjata api organik yang sempat dirampas warga saat keributan antarkelompok pecah di Desa Mairini, Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Senjata api jenis Revolver dengan nomor seri XK250621tersebut diserahkan kembali kepada Kapolres Tolikara, Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., pada Rabu (15/04/2026) siang, setelah melalui pendekatan persuasif yang intens.
Konflik bermula pada Selasa (14/04/26) sekitar pukul 09.00 WIT di tengah suasana duka atas meninggalnya warga bernama Denius Penggu. Ketegangan dipicu oleh perdebatan pihak keluarga mengenai penyebab kematian almarhum.
Situasi memuncak pada pukul 13.40 WIT saat massa dari Desa Donggem, Abimbak, Kurip, dan Kaneunuk tiba di lokasi. Aksi pelemparan batu dan penebangan pohon memicu bentrokan terbuka menggunakan senjata tajam dan panah.
Personel Polsek Bokondini yang tiba di lokasi pukul 13.55 WIT untuk melerai justru menjadi sasaran kemarahan massa. Meski telah melepaskan tembakan peringatan ke udara, massa tetap merangsek menyerang petugas.
Aiptu Dominggus Gannaran menjadi korban penganiayaan setelah terpisah dari rekan-rekannya.
* Satu pucuk senjata api milik korban dirampas oleh pelaku berinisial AP, yang diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
* Empat personel polisi mengalami luka-luka.
* Satu warga sipil berinisial EW (18 Tahun) dilaporkan meninggal dunia dan saat ini tengah menjalani otopsi di RSUD Wamena.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw langsung memimpin 22 personel menuju Distrik Bokondini untuk penebalan pasukan dan melakukan dialog dengan tokoh adat serta agama.
“Kami hadir untuk menjamin keamanan masyarakat. Kami menghimbau para tokoh untuk membantu berkomunikasi agar senjata api tersebut segera dikembalikan demi keselamatan bersama,” tegas Kompol Roberth.
Berkat mediasi yang melibatkan unsur TNI dan tokoh masyarakat, senjata api beserta enam butir amunisi berhasil dikembalikan ke Mapolsek Bokondini pada Rabu pukul 11.33 WIT.
Kapolres menyampaikan apresiasi tinggi atas kooperatifnya warga dan para tokoh setempat.
“Ini bukti bahwa setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kebersamaan. Kami tetap mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis untuk menjaga stabilitas kamtibmas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Distrik Bokondini dilaporkan telah berangsur kondusif. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) guna mendalami kronologi lengkap insiden tersebut.(Ardi)








