JAYAPURA, PL– Manajemen Persipura Jayapura akhirnya angkat bicara terkait insiden kericuhan yang pecah di Stadion Lukas Enembe pasca-pertandingan krusial melawan Adhyaksa FC pada babak playoff, Jumat (8/5). Pihak manajemen menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas jatuhnya korban luka-luka serta kerusakan sejumlah fasilitas di stadion kebanggaan masyarakat Papua tersebut.
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan dalam keterangannya pada Minggu (10/5) di Jayapura, menyatakan kekecewaannya. Ia menilai kerusuhan tersebut tidak mencerminkan perilaku suporter setia Persipura yang selama ini dikenal tertib dan kekeluargaan.
Dugaan Sabotase dan Investigasi Aparat
Pihak manajemen melihat adanya kejanggalan dalam aksi anarkis tersebut. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan pantauan media sosial, terdapat indikasi kuat bahwa kericuhan dipicu oleh oknum-oknum tertentu yang bukan merupakan bagian dari kelompok pendukung murni.
* Indikasi Settingan: Manajemen menduga kerusuhan ini merupakan serangan terencana dari pihak luar yang memanfaatkan momen emosional pertandingan untuk menciptakan instabilitas.
* Profil Suporter: Owen menegaskan bahwa selama ini tribun Lukas Enembe diisi oleh penonton lintas usia, mulai dari anak-anak hingga lansia yang menikmati pertandingan sebagai hiburan keluarga.
* Proses Hukum: Saat ini, manajemen bersama Panitia Pelaksana (Panpel) sedang berkoordinasi intensif dengan Polda Papua untuk melakukan investigasi mendalam guna mengungkap dalang di balik serangan tersebut.
Ancaman Sanksi Berat Komdis PSSI
Kericuhan ini menempatkan Persipura dalam posisi sulit. Manajemen sangat mengkhawatirkan dampak regulasi yang akan dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Ancaman sanksi laga tanpa penonton di musim depan diprediksi akan memukul kondisi finansial klub secara signifikan. Namun, manajemen berencana mengajukan pembelaan kepada PSSI dengan membawa bukti-bukti bahwa kerusuhan ini merupakan serangan oknum eksternal, bukan kelalaian sistematis dari suporter mereka.
Evaluasi Total: Tim Resmi Dibubarkan
Menyusul kegagalan Persipura menembus target kembali ke Liga 1 musim ini, manajemen secara resmi mengumumkan pembubaran tim per hari ini, Minggu (10/5).
1. Nasib Pemain: Seluruh jajaran pemain dan ofisial akan masuk dalam tahap evaluasi total untuk proyeksi musim depan.
2. Performa Pelatih: Meski musim berakhir pahit, manajemen mengapresiasi kinerja Coach Rahmad Darmawan (RD) yang mencatatkan win rate hingga 70% selama menakhodai tim.
3. Target Baru: Manajemen menargetkan kerangka skuad baru sudah harus rampung pada awal Juni mendatang setelah mendapatkan kepastian mengenai pelatih kepala.
Solidaritas Masyarakat Pasca-Insiden
Di tengah puing kerusakan stadion, muncul aksi simpatik dari warga Papua. Pada Minggu siang, ratusan masyarakat dari wilayah Waena, Sentani, hingga Dok mendatangi Stadion Lukas Enembe untuk melakukan aksi bersih-bersih secara sukarela.
“Melihat warga lintas latar belakang bersatu membersihkan stadion adalah motivasi terbesar kami. Ini membuktikan bahwa jiwa perjuangan Persipura tetap hidup di hati masyarakat, terlepas dari hasil pahit di lapangan dan aksi oknum yang mencoba merusak nama baik kita,” pungkas Owen Rahadiyan.(Redaksi)








