SENTANI, PL– Ada yang berbeda di kawasan turunan Gunung Merah pagi ini, Selasa (21/04/26). Di balik seragam cokelatnya, personel Polres Jayapura tampak sibuk bergelut dengan aspal dan material. Bukan sedang melakukan razia, melainkan sedang “menyelamatkan” nyawa para pengendara.
Turunan Gunung Merah selama ini dikenal sebagai jalur yang menuntut kewaspadaan tinggi. Kombinasi antara kemiringan jalan yang curam dan lubang-lubang menganga seringkali menjadi jebakan maut bagi pengguna jalan. Menyadari risiko yang terus mengintai, Polres Jayapura memilih untuk tidak menunggu lebih lama.
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan melalui Wakapolres Kompol Erol Sudrajat, saat bersama dengan puluhan personel yang turun langsung melakukan penambalan darurat pada titik-titik paling krusial. Dengan peralatan sederhana namun penuh dedikasi, mereka memastikan setiap lubang yang berpotensi memicu kecelakaan tertutup rapat.
“Ini bukan sekadar soal menambal aspal yang terkelupas. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keselamatan masyarakat. Kami tidak ingin ada lagi keluarga yang berduka karena kecelakaan di jalur ini,” ujar Kompol Erol Sudrajat dengan peluh yang membasahi kening.
Meski penanganan permanen merupakan ranah instansi teknis, Polres Jayapura mengambil langkah diskresi demi kemanusiaan. Penambalan ini bersifat sementara, namun dampaknya sangat nyata bagi para pengemudi ojek, sopir angkutan, hingga warga yang setiap hari menggantungkan hidupnya melewati jalur ini.
Pesan hangat juga disampaikan kepada para pengguna jalan. Polisi mengingatkan bahwa secanggih apa pun kendaraan dan semulus apa pun jalan, kewaspadaan adalah kunci utama.(Redaksi)








