JAYAPURA, PL– Universitas Muhammadiyah Papua (UM Papua) kembali menorehkan tinta emas dalam dunia pendidikan di Bumi Cenderawasih. Pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XXI yang digelar di Hotel Horison Abepura, Selasa (21/4/26), kampus ini resmi meluluskan 112 sarjana dan magister baru.
Momen ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya, sebuah perguruan tinggi di Tanah Papua berhasil mencetak lulusan Magister Ilmu Komunikasi (S2). Sebanyak 22 wisudawan tercatat sebagai pionir penyandang gelar magister komunikasi di wilayah ini.
Dari total 112 lulusan, UM Papua menunjukkan keberagaman disiplin ilmu yang siap diserap lapangan kerja:
* Program Magister (S2): 22 orang Ilmu Komunikasi.
* Program Sarjana (S1): 90 orang, yang terdiri dari:
* Ilmu Komunikasi (52 orang)
* Ilmu Hukum (12 orang)
* Ilmu Komputer (9 orang)
* Psikologi (9 orang)
* Kewirausahaan (5 orang)
* Ilmu Lingkungan (3 orang)
Gubernur Papua yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua, M.B. Setiyo Wahyudi, S.E., M.M., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Muhammadiyah.

“Muhammadiyah terus konsisten mencetak SDM unggul yang berkarakter. Ini adalah fondasi utama mewujudkan visi Papua Cerah Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis,” tegas Setiyo. Ia juga mengingatkan para wisudawan bahwa ijazah adalah awal dari tanggung jawab besar untuk membangun daerah.
Senada dengan itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel S. Mofu, menegaskan bahwa UM Papua adalah institusi yang sehat dan kredibel.
“Ijazah UM Papua sah dan diakui, baik untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi maupun untuk berkarier di kancah nasional hingga internasional,” ujarnya dengan bangga.
Meskipun berhalangan hadir karena agenda mendesak bersama Wakil Presiden RI di Sorong, Rektor UM Papua, **Dr. Rustamadji, M.Si.**, memberikan pesan kuat melalui tayangan video. Ia menyoroti komposisi mahasiswa UM Papua yang menjadi bukti nyata inklusivitas pendidikan.
“Kami bangga, lebih dari **85 persen mahasiswa kami adalah anak-anak asli Papua**. Kami berkomitmen terus menjadi motor penggerak perubahan bagi masa depan mereka,” ungkap Rustamadji.
Mewakili rekan-rekannya, **Haris Richard S. Yocku, S.H.**, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya. Bagi Haris, wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk dedikasi kepada keluarga.
“Wisuda ini adalah hadiah kecil untuk orang tua kami atas segala pengorbanan mereka hingga kami bisa berdiri di titik ini,” pungkasnya.(Redaksi)








