JAYAPURA, PL– Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jayapura dan Tim Inafis Polda Papua bergerak cepat melakukan identifikasi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyusul kericuhan yang terjadi pasca pertandingan sepak bola antara Persipura Jayapura melawan Adiaksi FC.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., dalam keterangan resminya di Mapolda Papua pada Sabtu (9/5/26), menyampaikan bahwa saat ini situasi keamanan di wilayah Kabupaten Jayapura, khususnya di sekitar Stadion Lukas Enembe, telah berangsur pulih dan terkendali.
Data Korban dan Personel Keamanan
Kombes Pol. Cahyo mengungkapkan bahwa insiden tersebut mengakibatkan sejumlah korban luka, baik dari pihak aparat keamanan maupun masyarakat.
* Aparat Keamanan : Tercatat 10 personel mengalami luka-luka, termasuk salah satu perwira Polres Jayapura, Ipda Arjuna, harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka lemparan batu di bagian kepala.
* Masyarakat : Satu orang warga sipil dilaporkan menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut.
* Tindakan Hukum : Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan 14 orang untuk dimintai klarifikasi dan didalami keterlibatannya dalam aksi kericuhan tersebut.
Kerugian Materil Cukup Besar
Selain korban luka, kericuhan ini juga berdampak pada kerusakan fasilitas publik dan kendaraan operasional milik Polri maupun warga.
Kendaraan Roda Dua (Motor)
* Sebanyak 9 unit motor dilaporkan terbakar.
* Sebanyak 27 unit motor dilaporkan hilang di lokasi kejadian.
Kendaraan Roda Empat (Mobil) dan Roda Enam (Truk)
* Roda Empat : Total 25 unit mobil mengalami kerusakan berat atau terbakar, termasuk kendaraan operasional dari Dit Lantas, Sat Lantas, dan beberapa direktorat lainnya.
* Roda Enam : 3 unit truk angkut personel milik Polda Papua dilaporkan hangus terbakar.
* Fasilitas Medis : 1 unit mobil ambulans milik Dokkes (Timkeslap) Sat Brimob Polda Papua juga turut menjadi sasaran perusakan dan pembakaran.
Kerusakan Fasilitas Stadion
Pihak kepolisian mengidentifikasi setidaknya ada empat lokasi utama kerusakan di area stadion. Kerusakan paling menonjol ditemukan pada area Aquaticdan ruang kontrol video (VCO) Stadion Lukas Enembe, di mana banyak kaca ditemukan pecah akibat lemparan massa.
Evaluasi Pengamanan
Kombes Pol. Cahyo menjelaskan bahwa sebenarnya Polda Papua telah melakukan penebalan pasukan sebelum pertandingan dimulai.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda, personel yang disiagakan di lokasi telah ditingkatkan dari rencana awal 700 personel menjadi 850 personel. Jumlah ini belum termasuk personel yang tersebar di jalur-jalur mobilisasi penonton dari arah Keerom dan Kota Jayapura,” jelas Kabid Humas.
Saat ini, kepolisian masih terus mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap motif di balik kericuhan ini. Polisi menegaskan akan melakukan upaya penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana dalam insiden tersebut.(Redaksi)








