TIMIKA, PL– Pemerintah Pusat dan enam Gubernur di Tanah Papua memperkuat komitmen bersama dalam mengelola Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini dikukuhkan dalam “Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua” yang digelar di Hotel Horison Diana, Timika, Senin (11/5/26).
Pertemuan strategis ini menyoroti kenaikan signifikan Pagu Alokasi Dana Otsus Papua tahun anggaran 2026 yang menyentuh angka Rp12,69 triliun. Lonjakan alokasi ini diarahkan untuk mempercepat pembangunan pada sektor-sektor pelayanan dasar, terutama pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Satu Papua, Satu Tujuan
Ketua Asosiasi Kepala Daerah se-Tanah Papua sekaligus Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menekankan pentingnya persatuan meski wilayah Papua kini terbagi menjadi enam provinsi.
“Boleh enam provinsi, tapi tetap satu Papua. Kita harus satukan hati, langkah, pikiran, dan tujuan supaya hari esok Papua lebih baik dari hari ini,” tegas Meki.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia sekaligus Pj Sekda Papua Tengah, Silwanus Sumule, menyatakan bahwa forum ini adalah momentum vital untuk memastikan implementasi Otsus lebih efektif dan berdampak langsung pada masyarakat.
Terobosan Tata Kelola dan Transparansi
Dalam upaya mempercepat penyerapan anggaran, pemerintah telah mengintegrasikan sistem perencanaan dan penganggaran. Langkah ini terbukti berhasil mempercepat syarat penyaluran dana hingga dua bulan lebih awal dari jadwal biasanya.
Team Leader SKALA (program kemitraan Australia-Indonesia), Petra Karetji, menyoroti beberapa poin krusial untuk keberlanjutan pembangunan:
* Transparansi: Mendorong interoperabilitas sistem informasi seperti SIPPP, SIKD Otsus, dan SIPD agar pengawasan lebih akuntabel.
* Data Berbasis Realita: Memanfaatkan data sosial ekonomi Orang Asli Papua (OAP) yang terpilah agar kebijakan tidak lagi berdasarkan asumsi semata.
* Kolaborasi: Membangun sinergi antara Pemda, DPRP, MRP, BP3OKP, hingga pemerintah pusat.
Menuju Indonesia Emas 2045
Staf Khusus Mendagri, Hoiruddin Hasibuan, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri mengenai cita-cita besar Papua yang mandiri, adil, dan sejahtera. Hal ini diwujudkan melalui misi Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Forum ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama difokuskan pada pertemuan tingkat pimpinan untuk kesepakatan kebijakan strategis, sementara hari kedua (12/5) akan diisi dengan workshop teknis bagi perangkat daerah guna sinkronisasi perencanaan anggaran.
Acara ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR RI Komarudin Watubun serta 42 kepala daerah kabupaten/kota di seluruh Tanah Papua.(Redaksi)








