SARMI, PL— Dalam langkah nyata memutus rantai isolasi digital di wilayah “Kota Ombak,” Pemerintah Provinsi Papua secara resmi menyerahkan hibah Barang Milik Daerah (BMD) kepada Pemerintah Kabupaten Sarmi. Bantuan teknologi mutakhir berupa perangkat satelit Starlink, sistem Panel Surya, hingga unit Videotron ini diproyeksikan menjadi tulang punggung baru bagi penguatan layanan publik dan konektivitas di wilayah pesisir serta kampung-kampung terpencil.
Prosesi penyerahan hibah tersebut berlangsung khidmat di kediaman dinas Bupati Sarmi, Dominggus Catue, yang terletak di kawasan Petak, Distrik Sarmi Selatan, pada Kamis (14/5/26) malam.
Misi Transformasi Digital Hingga ke Akar Rumput
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian aset fisik, melainkan bagian dari strategi besar percepatan transformasi digital di Tanah Papua. Menurutnya, kedaulatan informasi harus dirasakan oleh seluruh warga, tanpa terkecuali.
”Hal ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua dalam membuka akses komunikasi bagi masyarakat di daerah yang selama ini masih terbelenggu keterbatasan jaringan internet dan pasokan listrik,” tegas Gubernur Fakhiri di hadapan jajaran pejabat Pemkab Sarmi.
Fakhiri menambahkan bahwa kehadiran teknologi satelit orbit rendah (LEO) seperti Starlink adalah solusi pragmatis bagi topografi Papua yang menantang. Dengan perangkat ini, kendala geografis yang selama ini menghambat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan kampung dapat diminimalisir secara signifikan.
Membangun Ekosistem: Sinergi Internet dan Energi Terbarukan
Salah satu poin krusial dalam hibah ini adalah integrasi antara perangkat internet dengan sumber energi terbarukan. Mengingat banyak titik di Kabupaten Sarmi yang belum terjangkau jaringan listrik PLN secara 24 jam, Pemprov Papua menyertakan paket panel surya guna menjamin operasional perangkat tetap stabil.
Rincian Hibah yang Diserahkan:
36 Unit Starlink: Dialokasikan untuk titik-titik strategis pelayanan publik.
Perangkat Pendukung: Infrastruktur penunjang koneksi di 36 lokasi.
Sistem Panel Surya: 3 unit per lokasi guna memastikan kemandirian energi.
1 Unit Videotron: Sebagai sarana diseminasi informasi publik dan edukasi masyarakat di pusat kota.
“Kita tidak boleh tertinggal. Pembangunan Papua tidak lagi hanya berfokus pada aspal dan beton (infrastruktur fisik), tetapi juga pada penguatan infrastruktur digital agar masyarakat dapat mengikuti ritme perkembangan zaman yang serba cepat,” tambah Fakhiri.
Dampak Sektoral: Pendidikan hingga Ekonomi Digital
Gubernur berharap Pemerintah Kabupaten Sarmi dapat mengoptimalkan aset ini untuk mendongkrak performa berbagai sektor vital, di antaranya:
Pemerintahan: Mempercepat implementasi E-Government dan pelaporan data dari tingkat distrik/kampung.
Pendidikan: Memungkinkan siswa di pedalaman mengakses literasi digital dan platform pembelajaran daring.
Kesehatan: Mempermudah konsultasi medis jarak jauh (telemedicine) bagi puskesmas di wilayah terisolasi.
Ekonomi: Membuka peluang bagi UMKM lokal Sarmi untuk memasarkan produk unggulan melalui platform e-commerce.
Sementara itu, Bupati Sarmi Dominggus Catue menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk menjaga serta mengelola fasilitas tersebut demi kepentingan masyarakat luas. Hibah ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi aparatur sipil negara di Sarmi untuk memberikan pelayanan yang lebih responsif dan transparan.
Pemerintah Provinsi Papua memastikan akan terus memantau pemanfaatan hibah ini agar memberikan dampak nyata dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di wilayah pesisir utara Papua tersebut. (Redaksi)








