JAYAPURA, PL— Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) Pusat di Tanah Papua menggelar tradisi Lari Obor Pattimura untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209, Kamis (15/5/2026). Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan pahlawan asal Maluku tersebut dalam melawan penjajahan.
Sejauh 45 Kilometer prosesi lari obor dimulai dari Kantor Bupati Jayapura pada Rabu (14/5) malam sekitar pukul 21.00 WIT, dan berakhir di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, pada Kamis (15/5) pagi sekitar pukul 04.00 WIT.
Ketua Umum Ikemal di Tanah Papua, Christian Sohilait, menjelaskan bahwa Obor Pattimura memiliki makna mendalam bagi generasi penerus. Obor tersebut melambangkan api perjuangan, keberanian, dan semangat kemerdekaan yang tidak boleh padam.
“Obor Pattimura juga melambangkan jati diri, persatuan, dan kebanggaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun,” ujar Christian Sohilait.
Bukan Sekadar Seremonial
Menurut Christian, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan tanpa makna. Lebih dari itu, Lari Obor adalah bentuk penghormatan nyata kepada Kapitan Pattimura beserta rakyat Maluku yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan tanah air.
Melalui momentum ini, Ikemal Pusat di Tanah Papua berharap nilai-nilai kebersamaan, keberanian membela kebenaran, serta semangat nasionalisme dapat terus dijaga dan diimplementasikan oleh generasi muda, khususnya di Tanah Papua.
Pantauan di lapangan, jalannya Lari Obor Pattimura ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga bersama keluarga besar Maluku di Papua tampak memadati sepanjang rute perjalanan untuk memberikan dukungan moral hingga obor tiba di titik akhir.(Redaksi)








