JAYAPURA, PL – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menorehkan progres signifikan dalam penegakan hukum di wilayah pegunungan Papua. Dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap menebar teror di Kabupaten Yahukimo berhasil diringkus. Keduanya teridentifikasi sebagai aktor intelektual di balik rentetan aksi kekerasan, termasuk pembakaran fasilitas publik dan serangan terhadap personel keamanan.
Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif pasca-aksi pembakaran deretan ruko di Yahukimo pada 14 Februari lalu. Dua pelaku yang diamankan, berinisial EH dan GW, dipastikan bukan pemain baru. Berdasarkan basis data kepolisian, keduanya memiliki rekam jejak kelam, termasuk keterlibatan langsung dalam aksi penganiayaan berat terhadap personel Brimob pada tahun 2022.
“Kami tidak bergerak tanpa bukti. EH dan GW teridentifikasi kuat melalui verifikasi data lapangan dan keterangan saksi. Penangkapan ini adalah komitmen kami bahwa tidak ada ruang bagi pelaku teror untuk bersembunyi,” tegas Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., Senin kemarin (16/2/26).
Di wilayah Yahukimo, KKB diperkirakan bergerak dalam kelompok-kelompok kecil dengan total kekuatan sekitar 200 orang. Sejak awal Januari 2026, tercatat sedikitnya 23 kasus kekerasan yang sengaja diciptakan untuk memicu instabilitas. Sasaran mereka kini meluas ke fasilitas vital masyarakat, seperti upaya pembakaran ruang kelas sekolah dan sabotase ambulans medis.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa negara tidak akan menoleransi aksi yang melumpuhkan pelayanan publik.
“Negara tidak boleh kalah oleh teror. Fokus kami adalah perlindungan warga sipil. Penegakan hukum terhadap EH, GW, dan dua terduga lainnya dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti yang solid,” tegas Faizal.
Sementara itu, di wilayah Korowai, pengejaran terhadap pelaku penembakan pesawat perintis Smart Air terus diintensifkan. Tim gabungan dari Sat Brimob Polda Papua dan Polres Boven Digoel telah mengantongi identitas dua orang dari total 20 anggota kelompok yang diduga terlibat dalam insiden 11 Februari tersebut.
Tantangan geografis yang didominasi hutan lebat dan keterbatasan akses logistik di bandara-bandara terpencil tidak menyurutkan operasi. Sebanyak 300 personel disiagakan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang membawa senjata api laras panjang dan berbagai senjata tajam.
Sementara itu Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menekankan bahwa selain pengejaran pelaku, penguatan patroli di bandara-bandara perintis kini menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan guna menjamin keberlangsungan distribusi logistik dan mobilitas warga di wilayah terdampak.
“Kami mempertebal pengamanan pada fasilitas publik karena itulah jantung kehidupan warga. Jika sekolah dan sarana medis terganggu, masyarakat sipil yang paling dirugikan. Kami pastikan setiap langkah di lapangan tetap mengedepankan keselamatan warga sebagai orientasi utama,” pungkas Adarma.(Redaksi)








