JAYAPURA, PL— Badan Pekerja Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Port Numbay mengeluarkan surat imbauan resmi yang menyerukan aksi damai untuk menolak rencana pembangunan Dermaga Satuan Kapal Patroli (SATROL) X Komando Daerah Angkatan Laut (KODAERAL) Jayapura. Rencana pembangunan tersebut dinilai berimbas langsung pada wilayah teritorial laut gereja serta hak ulayat adat masyarakat setempat.
Penolakan ini tertuang dalam surat nomor 376/A–15.1/V/2026 perihal “Himbauan Aksi Damai” yang diterbitkan pada Sabtu, 16 Mei 2026. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua GKI Klasis Port Numbay, Pdt. Andris W. Tjoe, M.Th., dan Sekretaris, Pdt. Anike Mirino, M.Si.
Berdasarkan dokumen resmi tersebut, keputusan ini diambil merujuk pada petunjuk dan arahan langsung dari Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua dalam Rapat Koordinasi bersama Badan Pekerja Klasis, PHMJ, dan Badan Pelayan Unsur dari 51 Jemaat yang dilaksanakan pada Jumat, 15 Mei 2026 di GKI Pengharapan Jayapura.
Aksi damai dijadwalkan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, mulai pukul 08.00 WIT. Berbeda dari informasi sebelumnya, lokasi aksi damai ini dipusatkan langsung di depan Kantor Klasis Port Numbay, Jayapura.
Dalam imbauan tersebut, setiap jemaat diminta untuk mengutus 20 orang perwakilan. Para peserta aksi diinstruksikan untuk mengenakan atasan berwarna putih dan bawahan bebas rapi, serta dilengkapi dengan atribut penolakan seperti spanduk, pamflet, maupun baliho untuk mendukung jalannya aksi.
Pihak Klasis juga menegaskan bahwa segala kebutuhan konsumsi untuk para utusan jemaat menjadi tanggung jawab dari kas jemaat masing-masing. Surat imbauan ini juga ditembuskan kepada BPS GKI di Tanah Papua dan Anggota Badan Pekerja Klasis sebagai laporan.(Redaksi)








