JAYAPURA, PL– Ratusan umat Gereja Kristen Injili di Tanah Papua melakukan aksi unjuk rasa damai menolak kelanjutan pembangunan Dermaga Satuan Kapal Patroli (Satrol) X Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) Jayapura, bergerak mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Senin (18/05/2026). Massa yang datang beriringan langsung masuk dan memadati halaman kantor legislatif tersebut guna menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
Sambil membentangkan berbagai spanduk dan pamflet besar bertuliskan “Tolak Pembangunan Dermaga Satrol X Kodaeral Jayapura”, massa aksi menyatakan sikap tegas bahwa proyek infrastruktur militer di kawasan Porasko tersebut telah berimbas buruk pada wilayah teritorial laut gereja GKI Pengharapan Jayapura serta mengancam hak ulayat adat masyarakat pesisir setempat.
Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT ini awalnya berpusat di depan Kantor Klasis Port Numbay sebelum akhirnya massa memutuskan melakukan long march menuju Kantor DPR Papua. Dengan mengenakan pakaian bernuansa putih, para pendemo tampak tertib namun konsisten menyuarakan orasi-orasi penolakan.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari petunjuk dan arahan langsung Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, setelah sebelumnya menggelar Rapat Koordinasi bersama Badan Pekerja Klasis, PHMJ, dan Badan Pelayan Unsur dari 51 Jemaat di GKI Pengharapan Jayapura. Pihak gereja dan masyarakat adat berkomitmen penuh untuk mengawal hak-hak atas tanah serta lingkungan pelayanan di sekitar area pesisir tersebut.
Setibanya di halaman Kantor DPR Papua, ratusan pendemo langsung mengambil tempat dan duduk bersama. Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di area komplek parlemen sambil menunggu para anggota DPR Papua keluar menemui mereka untuk menerima aspirasi dan pernyataan sikap yang dibawa.
Pihak keamanan dari aparat kepolisian setempat terus mengawal jalannya aksi di sekitar Gedung DPR Papua guna memastikan situasi tetap aman, kondusif, dan tertib selama proses penyampaian aspirasi mereka. (Redaksi)








