WAROPEN, PL— Kabupaten Waropen menjadi daerah ketiga yang dikunjungi Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, dan Rombongan dalam rangkaian kunjungan kerja di wilayah pesisir utara Papua, setelah sebelumnya menyambangi Kabupaten Sarmi dan Mamberamo Raya.
Pada Senin (18/5/2026), Gubernur Fakhiri bersama rombongan memimpin langsung peninjauan tiga sektor krusial di Waropen: pendidikan dan gizi anak, konektivitas udara, hingga ketahanan pangan.
1. Tinjau Program MBG di SMPN 1 Waren: “Kasih Makan Ikan, Jangan Telur Terus”
Mengawali agendanya, Gubernur Fakhiri meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Waren. Kehadiran mantan Kapolda Papua ini bertujuan untuk memberi semangat kepada para siswa sekaligus mengevaluasi pemenuhan gizi anak-anak di Waropen.
Di hadapan para siswa dan guru, Fakhiri mengaku bangga melihat antusiasme belajar generasi muda Waropen yang ia sebut sebagai calon pemimpin masa depan Papua.
“Saya senang lihat anak-anak hari ini tampil ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Ini akan lahir tunas-tunas bangsa, anak-anak Waropen yang hebat-hebat, mengganti kami yang tua-tua ini,” ujarnya.
Namun, Fakhiri memberikan catatan kritis terkait menu makanan program MBG. Mengingat Waropen kaya akan potensi laut, ia meminta pemerintah daerah untuk mengganti menu protein agar lebih bervariasi dan kaya nutrisi.
“Lautnya banyak tapi makan telur. Nanti lama-lama bisulan. Pak Bupati kalau bisa kasih makan ikan. Makan ikan itu nutrisinya sangat bagus buat anak Indonesia sehat dan pandai,” cetusnya.
Selain gizi, Gubernur Fakhiri juga menyoroti fasilitas sekolah yang rusak dan kursi belajar yang sudah tidak layak. Ia menegaskan agar para pejabat daerah dan alumni yang telah sukses tidak lupa diri dan kembali untuk membangun sekolah asal mereka.
Sebagai penyemangat, ia juga membagikan kisah masa kecilnya yang bersekolah di daerah terpencil dengan fasilitas serba terbatas, namun berhasil sukses karena menjadi anak yang patuh pada orang tua dan guru.
2. Pacu Konektivitas, Runway Bandara Botawa Akan Diperpanjang untuk Pesawat ATR
Sektor infrastruktur transportasi tak luput dari perhatian. Gubernur Fakhiri bersama rombongan bergeser meninjau Bandar Udara (Bandara) Botawa guna memastikan percepatan konektivitas di wilayah pesisir utara.
Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen penuh untuk memperpanjang landasan pacu (runway) serta memperbaiki fasilitas pendukung Bandara Botawa agar segera dapat didarati oleh pesawat jenis ATR.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat setelah kita selesaikan bandara, yaitu perpanjang runway-nya, kemudian kita perbaiki infrastruktur lain supaya bisa mempercepat masuknya pesawat ATR ke Kabupaten Waropen,” terang Fakhiri.
Ia mengakui bahwa Waropen, Sarmi, dan Mamberamo Raya sejauh ini masih menghadapi tantangan pembangunan yang cukup berat.
“Saya sering menyampaikan bahwa Waropen, Sarmi, dan Mamberamo ini selalu bikin buruk warna merah statistik Provinsi Papua. Sehingga fokus saya di tiga ini,” ungkapnya jujur. Kendati fiskal daerah tengah mengalami efisiensi anggaran, Fakhiri menegaskan hal itu bukan alasan untuk meratapi keadaan melainkan cambuk untuk terus bekerja keras.
Merespons komitmen tersebut, Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote menyampaikan apresiasi terdalamnya atas kehadiran sang Gubernur yang membawa angin segar bagi masa depan daerahnya.
“Masyarakat Kabupaten Waropen dan pemerintah menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur yang memberikan kepastian bahwa Papua cerah itu bisa terjadi di Waropen,” kata Mote.
3. Dorong Ketahanan Pangan Melalui Cetak Sawah di Kampung Baino Jaya
Menutup rangkaian agendanya, Gubernur Fakhiri mendorong akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) melalui penanaman perdana sawah rakyat seluas 100 hektare di Kampung Baino Jaya, Distrik Oudate.
Fakhiri menjelaskan bahwa keterbatasan dana daerah membuat Pemprov Papua harus bergerak lincah menjemput bola ke pemerintah pusat.
“Semua provinsi itu sama. Uangnya tidak ada. Kita mengambil manfaat dari semua kegiatan program strategis nasional. Sebagai gubernur saya sudah keliling ke semua menteri untuk meminta program supaya kita kerjakan di Papua,” bebernya.
Saat ini, arah kebijakan pembangunan Papua difokuskan pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan sebagai motor penggerak ekonomi baru. Melihat tanah Waropen yang sangat subur, Fakhiri meminta Pemkab Waropen segera mengeksekusi target cetak sawah hingga 700 hektare yang anggarannya sudah siap.
Ia bahkan memberikan peringatan keras kepada birokrasi lokal agar tidak bekerja lambat dalam mengeksekusi program pro-rakyat ini.
“Itu uangnya ada, tinggal Pak Bupati dan Kepala Dinas saja kerja. Kalau kepala dinas kerja lambat, copot saja, ganti yang mau kerja,” tegas Fakhiri.
Selain padi, komoditas kelapa, kakao, kopi, singkong, hingga tanaman jarak untuk energi terbarukan juga akan terus didorong. Di akhir penyampaiannya, Fakhiri menekankan agar hak dan keterlibatan masyarakat adat dilindungi dalam setiap proyek pembangunan, sembari memastikan Pemprov Papua akan terus menggenjot infrastruktur jalan pembuka isolasi di kawasan tersebut. (Redaksi)








