JAYAPURA, PL— Tokoh Muslim Papua sekaligus Ketua Takmir Masjid Raya Provinsi Papua, KH. Abdul Kahar Yelipele, S.Pd.I., M.Pd.I., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi menjaga keamanan dan kedamaian di Bumi Cenderawasih. Langkah ini dinilai krusial demi mewujudkan situasi yang aman, harmonis, dan kondusif.
Dalam keterangan resminya, Abdul Kahar menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Papua bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat rasa persaudaraan, serta bersama-sama menjaga Papua agar tetap aman dan damai,” ujarnya.
Apresiasi Kinerja Satgas Operasi Damai Cartenz
Abdul Kahar memberikan perhatian khusus terhadap kinerja Satgas Operasi Damai Cartenz. Menurutnya, kehadiran satgas tersebut selama ini sangat dirasakan manfaatnya dalam menjaga stabilitas Kamtibmas dan memberikan rasa aman langsung di tengah masyarakat.
Secara khusus, beliau menyampaikan poin-poin apresiasi terhadap Satgas Damai Cartenz:
Menjaga Stabilitas: Konsisten melaksanakan berbagai program taktis demi kondusivitas wilayah.
Hadir di Tengah Warga: Turun langsung berinteraksi dan mengayomi masyarakat Papua.
Menumbuhkan Rasa Aman: Memberikan kepastian perlindungan bagi warga dalam beraktivitas.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim Damai Cartenz yang selama ini telah bekerja keras menjaga keamanan di Papua. Kehadiran mereka menjadi kebanggaan bagi masyarakat karena turun langsung dengan tujuan menjaga Papua tetap aman dan damai,” tambahnya.
Komitmen Tokoh Agama dan Filosofi ‘Honai’
Sebagai tokoh agama, Abdul Kahar juga mengingatkan adanya tanggung jawab moral yang dipikul para pimpinan lintas agama dalam merawat harmoni sosial. Ia menyerukan agar tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terus bersinergi mendukung program pemerintah demi kesejahteraan Papua.
Ia pun mengibaratkan tanah Papua seperti rumah adat mereka sendiri yang harus dijaga bersama.
“Papua adalah honai kita bersama, rumah kita bersama. Sudah menjadi kewajiban seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat kedamaian di tanah ini,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, KH. Abdul Kahar Yelipele kembali mempertegas komitmen kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa Papua merupakan bagian sah dan tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, menjaga persatuan adalah harga mati demi masa depan Papua yang damai dan sejahtera.(Redaksi)








